Logo FA Indonesia Logo FA Indonesia FA Indonesia FA Indonesia

Eksplor · Kredit Bank

Rasio Keuangan yang Dilihat Bank untuk Kredit Korporasi

Oleh Ananta W. Sasongko, CPA, FMVA, FPAP · 25 Oktober 2026 · 6 menit baca

Saat perusahaan mengajukan kredit korporasi, analis bank tidak membaca laporan keuangan dari atas ke bawah seperti pemilik usaha membacanya. Mereka langsung menghitung beberapa rasio, membandingkannya dengan batas internal bank, lalu mencari penjelasan untuk angka yang menyimpang. Kalau rasio sudah lemah sejak awal, pembahasan biasanya berhenti di situ.

Artikel ini membahas rasio keuangan yang paling sering dilihat bank untuk kredit korporasi, cara menghitungnya, kisaran yang umumnya dianggap nyaman, dan apa yang bisa dibenahi sebelum berkas masuk ke bank.

Mengapa Rasio Keuangan Menentukan Keputusan Kredit

Bank meminjamkan uang deposan, jadi pertanyaan utamanya sederhana: dari mana perusahaan akan membayar kembali, dan seberapa besar ruang amannya kalau bisnis melambat. Rasio keuangan menjawab dua pertanyaan itu dengan cepat. Agunan tetap penting, tetapi bank umumnya memperlakukan agunan sebagai jalan keluar kedua, bukan sumber pembayaran utama.

Rasio juga dipakai untuk menyusun syarat perjanjian kredit. Banyak bank mencantumkan financial covenant, misalnya DSCR minimal atau DER maksimal, yang harus dijaga selama fasilitas berjalan. Jadi rasio bukan hanya ujian di depan, tetapi juga kewajiban sepanjang masa kredit.

Daftar Rasio Keuangan yang Dilihat Bank

Tabel berikut merangkum rasio yang paling umum dipakai dalam analisis kredit korporasi. Kisaran "nyaman" di bawah ini adalah patokan yang lazim di praktik, bukan ketentuan regulator. Setiap bank punya kebijakan sendiri, dan batasnya bisa berbeda per industri, per segmen, dan per jenis fasilitas.

RasioCara Hitung (Sederhana)Yang Ingin Dilihat BankKisaran yang Umum Dianggap Nyaman
DSCR (Debt Service Coverage Ratio)EBITDA atau arus kas operasi dibagi (pokok + bunga) yang jatuh tempo dalam setahunApakah kas dari operasi cukup untuk membayar cicilanSering di atas 1,2x sampai 1,3x; proyek berisiko tinggi bisa diminta lebih
DER (Debt to Equity Ratio)Total utang berbunga dibagi total ekuitasSeberapa besar pemilik ikut menanggung risikoBanyak bank nyaman di bawah 2x sampai 3x, tergantung industri
Current ratioAset lancar dibagi liabilitas jangka pendekLikuiditas jangka pendekUmumnya minimal sekitar 1x; di atas 1,2x lebih aman
Interest coverage (ICR)EBIT atau EBITDA dibagi beban bungaRuang laba untuk menanggung bungaSering diharapkan di atas 2x
Debt to EBITDATotal utang berbunga dibagi EBITDA setahunBerapa tahun laba operasi untuk melunasi utangLazimnya di bawah 3x sampai 4x untuk usaha yang stabil
Perputaran modal kerjaHari piutang + hari persediaan dikurangi hari utang usaha (cash conversion cycle)Seberapa lama kas tertahan di operasiTidak ada angka baku; dibandingkan dengan industri dan tren tahun sebelumnya

Selain enam rasio di atas, bank juga melihat margin (gross margin, EBITDA margin), pertumbuhan pendapatan, dan konsistensi arus kas operasi selama dua sampai tiga tahun terakhir.

DSCR: Rasio yang Paling Menentukan

Dari semua rasio, DSCR biasanya paling berat bobotnya karena langsung menjawab kemampuan bayar. Contoh ilustrasi: EBITDA perusahaan Rp12 miliar setahun, sedangkan cicilan pokok dan bunga seluruh utang (lama dan yang diajukan) Rp9 miliar. DSCR-nya 12 dibagi 9, yaitu sekitar 1,33x.

Hal yang sering terlewat: bank menghitung DSCR dengan memasukkan fasilitas baru yang sedang diajukan. Perusahaan yang hari ini terlihat sehat bisa turun di bawah 1,2x setelah cicilan baru ditambahkan. Karena itu tenor dan struktur pembayaran ikut menentukan apakah DSCR lolos.

Rasio Leverage: DER dan Debt to EBITDA

DER menunjukkan struktur permodalan, sedangkan debt to EBITDA menunjukkan beban utang dibanding kemampuan menghasilkan laba. Keduanya saling melengkapi. Perusahaan dengan ekuitas besar dari revaluasi aset bisa punya DER rendah, tetapi debt to EBITDA tetap tinggi kalau labanya tipis.

Utang kepada pemegang saham perlu perhatian khusus. Sebagian bank bersedia memperlakukannya sebagai quasi equity bila ada perjanjian subordinasi, yaitu pinjaman pemegang saham baru dibayar setelah kredit bank. Tanpa dokumen itu, pinjaman pemegang saham dihitung sebagai utang biasa dan DER menjadi lebih buruk.

Rasio Likuiditas dan Modal Kerja

Current ratio di bawah 1x berarti utang jangka pendek lebih besar dari aset lancar. Ini sering terjadi pada perusahaan yang membiayai pembelian aset tetap dengan utang jangka pendek atau dana talangan. Bank akan bertanya bagaimana perusahaan menutup selisihnya.

Untuk kredit modal kerja, analis juga menghitung cash conversion cycle. Siklus yang makin panjang dari tahun ke tahun, misalnya piutang yang makin lambat tertagih, menjadi tanda bahaya walaupun penjualan naik. Pembahasan lebih rinci tentang cara menghitung kebutuhan modal kerja ada di artikel KMK vs kredit investasi.

Cara Memperbaiki Rasio Keuangan Sebelum Mengajukan Kredit

Rasio tidak bisa dipoles dalam seminggu, tetapi ada langkah nyata yang biasanya bisa dikerjakan dalam tiga sampai enam bulan sebelum pengajuan:

  1. Rapikan klasifikasi utang. Pisahkan utang berbunga, utang usaha, dan utang pemegang saham. Banyak laporan keuangan mencampur semuanya sehingga rasio terlihat lebih buruk dari kondisi sebenarnya.
  2. Siapkan perjanjian subordinasi untuk pinjaman dari pemegang saham, supaya bank punya dasar untuk memperlakukannya berbeda.
  3. Tagih piutang lama dan bersihkan persediaan mati. Ini memperpendek siklus kas dan memperbaiki current ratio sekaligus.
  4. Atur ulang struktur pengajuan. Tenor lebih panjang atau masa tenggang (grace period) untuk kredit investasi bisa membuat DSCR tahun-tahun awal lebih wajar.
  5. Pisahkan biaya nonoperasional dan biaya pribadi dari biaya operasi supaya EBITDA mencerminkan kemampuan bisnis yang sebenarnya.
  6. Pastikan angka konsisten antara laporan keuangan, SPT Tahunan, dan mutasi rekening. Ketidaksesuaian sering menjadi alasan penolakan, seperti dibahas di artikel alasan kredit bank ditolak.

Semua rasio di atas hanya bermakna jika laporan keuangannya dapat dipercaya. Untuk plafon yang besar, bank umumnya meminta laporan keuangan yang diaudit KAP. Panduannya ada di artikel laporan keuangan untuk kredit bank.

Membaca Rasio Seperti Analis Kredit

Satu rasio yang lemah belum tentu membuat kredit ditolak. Analis melihat tren dan cerita di baliknya. DER tinggi karena baru selesai membangun pabrik yang mulai berproduksi tahun depan akan dibaca berbeda dengan DER tinggi karena rugi berturut-turut.

Karena itu, sertakan penjelasan singkat untuk setiap rasio yang di luar kisaran normal, didukung proyeksi yang masuk akal. Proyeksi yang terlalu optimistis justru menurunkan kepercayaan analis. Selain rasio, bank juga menilai riwayat pembayaran di SLIK OJK dan kualitas kredit yang sudah berjalan, karena kolektibilitas yang memburuk di fasilitas lama akan memengaruhi penilaian fasilitas baru.

Bagaimana FA Indonesia Membantu

FA Indonesia membantu perusahaan menghitung ulang rasio dari sudut pandang bank, merapikan laporan keuangan, menyusun proyeksi dan struktur fasilitas yang realistis, sampai mendampingi diskusi dengan analis kredit. Pendampingan kredit perbankan yang kami tangani secara kumulatif mendekati Rp1 triliun. Setiap klien ditangani langsung oleh Ananta W. Sasongko, CPA. Informasi lebih lanjut ada di halaman konsultan kredit bank.

Pertanyaan Umum

Berapa DSCR minimal agar kredit disetujui bank?
Tidak ada angka tunggal dari regulator. Dalam praktik banyak bank memakai patokan di atas 1,2x sampai 1,3x, dan bisa lebih tinggi untuk proyek atau industri yang berisiko.

Apakah DER tinggi pasti membuat kredit ditolak?
Tidak selalu. Bank melihat penyebabnya, tren, dan rasio lain seperti DSCR. Pinjaman pemegang saham yang disubordinasi juga bisa diperlakukan lebih ringan oleh sebagian bank.

Rasio apa yang paling penting untuk kredit modal kerja?
Untuk kredit modal kerja, bank biasanya fokus pada current ratio, perputaran piutang, persediaan, dan utang usaha (cash conversion cycle), serta kemampuan arus kas operasi.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki rasio keuangan?
Perbaikan klasifikasi dan dokumen bisa beberapa minggu. Perbaikan yang menyentuh operasi, seperti penagihan piutang dan pengurangan persediaan, umumnya butuh tiga sampai enam bulan agar tercermin di laporan keuangan.

Baca Juga

Sumber

Ananta W. Sasongko, CPA, FMVA, FPAP

Penulis

Ananta W. Sasongko, CPA, FMVA, FPAP

CFO dan Direktur Keuangan, ex-EY. Certified Public Accountant (IAPI), FMVA® dan FPAP™ (CFI). Kandidat doktor ilmu akuntansi.