Cara RM Bank Mencari Debitur Korporasi yang Layak dan Cepat Diproses
Target penyaluran kredit jarang turun, sementara calon debitur korporasi yang benar-benar siap diproses tidak banyak. Sebagian besar waktu RM habis untuk prospek yang ternyata belum punya laporan keuangan yang bisa dibaca analis, data pajaknya tidak cocok, atau legalitas agunannya belum beres.
Tulisan ini merangkum dari mana debitur korporasi yang layak biasanya datang, bagaimana menyaringnya sejak pertemuan pertama, dan kapan lebih efisien bekerja sama dengan pihak yang menyiapkan berkas dari sisi perusahaan.
Sumber Debitur Korporasi yang Paling Produktif
1. Rantai Pasok Nasabah yang Sudah Ada
Pemasok dan distributor dari debitur besar yang sudah lancar adalah sumber yang paling mudah dinilai. Transaksinya terlihat di rekening, hubungan dagangnya jelas, dan risikonya bisa dibaca dari data yang sudah dimiliki bank.
2. Nasabah Dana dengan Mutasi Besar
Perusahaan yang aktif bertransaksi di giro tetapi belum memakai fasilitas kredit sering kali hanya belum pernah ditawari, atau pernah ditolak di tempat lain karena berkasnya kurang. Mutasi rekening memberi gambaran awal arus kas sebelum laporan keuangan diminta.
3. Jaringan Profesional: Akuntan, KAP, Notaris, KJPP
Profesional yang menyusun laporan keuangan, mengaudit, atau menilai aset tahu lebih dulu ketika klien mereka berencana ekspansi. Rujukan dari jaringan ini biasanya datang dengan data yang lebih lengkap.
4. Asosiasi dan Klaster Industri
Asosiasi rumah sakit swasta, kontraktor, atau distributor di satu wilayah membuka akses ke banyak calon debitur dengan pola bisnis yang mirip, sehingga analisis industrinya bisa dipakai berulang.
5. Penasihat Keuangan dari Sisi Perusahaan
Perusahaan yang sedang didampingi penasihat keuangan, misalnya konsultan kredit atau CFO paruh waktu, biasanya datang dengan paket yang sudah tersusun: laporan keuangan, proyeksi, perhitungan DSCR, dan dokumen legal. Bagi RM, ini memangkas waktu bolak-balik meminta data.
Saringan Awal di Pertemuan Pertama
Lima pertanyaan berikut cukup untuk memisahkan prospek yang layak dikejar dari yang perlu dibenahi dulu.
| Yang Dicek | Tanda Siap | Tanda Perlu Dibenahi |
|---|---|---|
| Laporan keuangan | Tiga tahun tersedia, satu versi, ada CALK | Hanya laporan internal, angka berubah antar versi |
| Kecocokan dengan pajak | Omzet di SPT bisa direkonsiliasi dengan LK dan mutasi rekening | Selisih besar tanpa penjelasan |
| SLIK | Perusahaan dan pengurus kolektibilitas lancar | Ada tunggakan atau status lama belum diperbarui |
| Arus kas | DSCR proyeksi memadai, siklus kas jelas | Laba ada tetapi kas tertahan di piutang dan stok |
| Legal dan agunan | Akta, izin, dan sertifikat atas nama yang tepat | Agunan atas nama pihak lain tanpa dokumen penjaminan |
Untuk menyaring cepat dari angka, RM bisa memakai cek kapasitas kredit gratis: masukkan pendapatan, EBITDA, dan utang berjalan untuk melihat indikasi ruang plafon dan rasio yang paling menahan.
Prospek Bagus yang Tertahan Berkas
Banyak perusahaan sebenarnya sehat secara usaha, tetapi berkasnya tidak bisa dipakai analis. Penyebab paling umum: laporan keuangan belum pernah diaudit padahal plafon yang diminta besar, pembukuan dicampur dengan rekening pribadi pemilik, atau transaksi dengan perusahaan keluarga tidak terdokumentasi. Penjelasan lengkap tentang pola penolakan ada di artikel alasan kredit bank ditolak.
Prospek seperti ini sayang dilepas. Pilihan yang lebih efisien adalah merujuknya ke pihak yang bisa merapikan laporan keuangan dan dokumen, lalu membawanya kembali saat berkas sudah layak diajukan.
Bekerja dengan Penasihat dari Sisi Debitur
Kerja sama dengan penasihat keuangan dari sisi perusahaan perlu batas yang jelas supaya tetap sehat bagi bank:
- Penasihat dibayar oleh debitur, bukan oleh bank atau RM.
- Data debitur dibuka setelah NDA dan persetujuan debitur.
- Analisis dan keputusan kredit tetap sepenuhnya di bank, sesuai kebijakan masing-masing.
- Penasihat tidak menjanjikan persetujuan kepada debitur.
Bagaimana FA Indonesia Membantu
Tim FA Indonesia mendampingi perusahaan dari UMKM sampai grup usaha besar menyiapkan pengajuan kredit, dengan pengalaman pendampingan pembiayaan perbankan kumulatif lebih dari Rp1 triliun. Kami merujuk klien yang berkasnya sudah siap ke RM yang segmennya cocok, dan menerima rujukan nasabah yang perlu dibenahi dulu. Detailnya ada di halaman kerja sama untuk RM bank.
Pertanyaan Umum
Dari mana RM bank mendapatkan debitur korporasi baru?
Sumber yang paling produktif adalah rantai pasok nasabah yang sudah ada, nasabah dana yang belum memakai kredit, jaringan profesional seperti akuntan dan KJPP, asosiasi industri, dan penasihat keuangan dari sisi perusahaan.
Apa yang paling cepat menyaring calon debitur?
Lima hal: laporan keuangan tiga tahun yang konsisten, kecocokan dengan SPT, SLIK perusahaan dan pengurus, DSCR proyeksi, dan legalitas agunan.
Bolehkah RM bekerja sama dengan konsultan kredit?
Boleh selama batasnya jelas: konsultan dibayar oleh debitur, data dibuka atas persetujuan debitur, dan keputusan kredit tetap di bank sesuai kebijakan internalnya.
Apa yang dilakukan bila prospek bagus tetapi berkasnya belum siap?
Rujuk ke pihak yang bisa merapikan laporan keuangan dan dokumen, lalu ajukan kembali ketika berkas sudah layak dianalisis.
Baca Juga
- Kerja Sama untuk RM Bank
- Dokumen Pengajuan Kredit Korporasi: Checklist Lengkap untuk Bank
- Rasio Keuangan yang Dilihat Bank untuk Kredit Korporasi
- KMK vs Kredit Investasi
Sumber
- OJK, Perubahan Kedua POJK 18/2017 tentang Pelaporan dan Permintaan Informasi Debitur melalui SLIK
- OJK, POJK 40/POJK.03/2019 tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum
Anda RM Bank?
Kami merujuk debitur korporasi yang berkasnya sudah rapi, dan menerima nasabah Anda yang perlu dibenahi dulu.
Kerja Sama untuk RM Bank
Penulis
Ananta W. Sasongko, CPA, FMVA, FPAP
CFO dan Direktur Keuangan, ex-EY. Certified Public Accountant (IAPI), FMVA® dan FPAP™ (CFI). Kandidat doktor ilmu akuntansi.