Logo FA Indonesia Logo FA Indonesia FA Indonesia FA Indonesia

Artikel

Contoh Laporan Keuangan UMKM Sederhana Sesuai SAK EMKM

Oleh Ananta W. Sasongko, CPA, FMVA, FPAP · 12 Oktober 2026 · 6 menit baca

Banyak pelaku UMKM baru sadar butuh laporan keuangan ketika mengajukan kredit bank, mendaftar tender, atau diminta investor. Kabar baiknya, standar untuk usaha mikro, kecil, dan menengah dibuat sederhana. Artikel ini menunjukkan contoh susunannya dan cara membuatnya dari catatan harian.

Standar yang Dipakai: SAK EMKM

Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) diterbitkan Dewan Standar Akuntansi Keuangan IAI dan berlaku sejak 1 Januari 2018. Standar ini memakai dasar biaya historis, sehingga aset dan utang dicatat sebesar nilai transaksinya tanpa perlu penilaian yang rumit.

Laporan keuangan minimum menurut SAK EMKM terdiri dari tiga komponen:

  1. Laporan posisi keuangan (neraca) pada akhir periode.
  2. Laporan laba rugi selama periode.
  3. Catatan atas laporan keuangan (CALK), berisi pernyataan kepatuhan pada SAK EMKM, ikhtisar kebijakan akuntansi, dan rincian pos penting.

Contoh Laporan Posisi Keuangan

Berikut contoh sederhana untuk usaha dagang (angka ilustrasi):

CV Contoh Makmur
Laporan Posisi Keuangan per 31 Desember 2025
Rp
Aset
Kas dan bank85.000.000
Piutang usaha40.000.000
Persediaan120.000.000
Aset tetap (setelah penyusutan)155.000.000
Jumlah aset400.000.000
Liabilitas
Utang usaha60.000.000
Utang bank90.000.000
Ekuitas
Modal200.000.000
Saldo laba50.000.000
Jumlah liabilitas dan ekuitas400.000.000

Contoh Laporan Laba Rugi

Laporan Laba Rugi tahun 2025Rp
Pendapatan1.200.000.000
Harga pokok penjualan(860.000.000)
Laba kotor340.000.000
Beban gaji(150.000.000)
Beban sewa dan utilitas(60.000.000)
Beban penyusutan(25.000.000)
Beban bunga(12.000.000)
Laba sebelum pajak93.000.000
Beban pajak penghasilan(6.000.000)
Laba bersih87.000.000

Langkah Menyusunnya dari Catatan Harian

  1. Pisahkan rekening usaha dan pribadi. Ini langkah paling menentukan. Tanpa pemisahan, laporan sulit dipercaya bank.
  2. Catat setiap transaksi di buku kas atau software (Excel, Accurate, Jurnal, Zahir), lengkap dengan bukti.
  3. Rekonsiliasi bank tiap bulan: saldo buku harus sama dengan rekening koran.
  4. Hitung persediaan akhir dengan stock opname, lalu tentukan harga pokok penjualan.
  5. Catat aset tetap dan penyusutannya, misalnya kendaraan dan mesin.
  6. Susun neraca, laba rugi, dan CALK, lalu cocokkan dengan SPT tahunan.

Kesalahan yang Paling Sering Ditemui

  • Pengeluaran pribadi pemilik dicatat sebagai beban usaha.
  • Persediaan tidak pernah dihitung fisik, sehingga laba tidak akurat.
  • Utang ke pemilik atau keluarga tidak dicatat.
  • Laporan untuk bank berbeda angka dengan laporan untuk pajak. Analis kredit hampir selalu membandingkan keduanya.

Usaha yang sudah bertumbuh, misalnya akan mengajukan kredit besar atau diaudit Kantor Akuntan Publik, umumnya perlu naik ke SAK EP dengan komponen laporan yang lebih lengkap.

Pertanyaan Umum

Apa saja komponen laporan keuangan UMKM menurut SAK EMKM?
Laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan.

Apakah UMKM wajib membuat laporan arus kas?
SAK EMKM tidak mewajibkan laporan arus kas. Namun bank sering memintanya untuk menilai kemampuan bayar, sehingga tetap disarankan.

Siapa yang bisa membantu menyusun laporan keuangan UMKM?
Kantor Jasa Akuntan atau konsultan akuntansi. FA Indonesia menyusun laporan keuangan UMKM mulai Rp2,5 juta per bulan, diawasi CPA.

Ananta W. Sasongko, CPA, FMVA, FPAP

Penulis

Ananta W. Sasongko, CPA, FMVA, FPAP

CFO dan Direktur Keuangan, ex-EY. Certified Public Accountant (IAPI), FMVA® dan FPAP™ (CFI). Kandidat doktor ilmu akuntansi.