Financial Advisor untuk Pemilik Usaha: Apa yang Dikerjakan dan Kapan Butuh
Banyak pemilik usaha bekerja keras di penjualan dan operasional. Urusan keuangan sering ditangani seadanya. Masalah baru terasa saat butuh dana besar: bank minta laporan keuangan, investor minta proyeksi, dan semua harus siap dalam waktu singkat.
Di titik ini banyak pemilik mulai mencari financial advisor. Artikel ini menjelaskan apa yang sebenarnya dikerjakan financial advisor untuk perusahaan, kapan Anda butuh, dan kapan belum perlu.
Apa Itu Financial Advisor untuk Perusahaan
Financial advisor untuk perusahaan adalah pendamping keuangan yang bekerja di sisi pemilik usaha. Tugasnya membantu perusahaan mendapatkan dana dan mengelola keuangan dengan lebih rapi. Dana itu bisa berupa kredit bank, modal investor, atau dana dari pasar modal lewat IPO.
Bedanya dengan agen penjual produk keuangan: financial advisor tidak menjual produk satu lembaga. Ia membantu Anda melihat pilihan yang masuk akal, lalu menyiapkan perusahaan agar layak dinilai.
Apa Saja yang Dikerjakan Financial Advisor
Pekerjaannya biasanya mengikuti kebutuhan dana pemilik usaha. Gambaran umumnya seperti ini:
| Kebutuhan Pemilik | Yang Dikerjakan | Hasil |
|---|---|---|
| Butuh kredit bank | Diagnosis keuangan, hitung kemampuan bayar, siapkan berkas, dampingi proses di bank | Pengajuan yang lengkap dan mudah dinilai |
| Butuh investor | Susun profil usaha, proyeksi, valuasi awal, siapkan data untuk due diligence | Bahan yang siap dibaca calon investor |
| Rencana IPO | Petakan syarat, rapikan tata kelola, koordinasi dengan KAP dan profesi lain | Rencana persiapan yang bertahap |
| Laporan keuangan belum rapi | Rapikan pembukuan, susun laporan keuangan sesuai standar | Laporan yang bisa dipakai untuk bank dan audit |
Satu hal penting: financial advisor tidak memutuskan kredit atau investasi. Keputusan tetap ada di bank atau investor. Tugas pendamping adalah memastikan perusahaan dinilai dengan data yang lengkap dan jujur.
Kapan Pemilik Usaha Butuh Financial Advisor
Tidak semua usaha butuh pendamping. Tanda-tanda berikut biasanya menunjukkan Anda perlu bantuan:
- Anda butuh dana besar untuk ekspansi, cabang baru, mesin, atau proyek, tetapi belum tahu mulai dari mana.
- Pengajuan kredit pernah ditolak atau berhenti di tengah jalan tanpa alasan yang jelas.
- Ada investor yang tertarik, tetapi Anda belum punya angka yang bisa dipertanggungjawabkan.
- Laporan keuangan, SPT, dan rekening koran tidak saling cocok.
- Tim keuangan internal sibuk dengan pekerjaan harian dan tidak sempat menyiapkan berkas.
Jika usaha Anda masih kecil dan kebutuhan dananya sederhana, sering kali yang lebih dulu dibutuhkan adalah akuntan untuk merapikan pembukuan, bukan financial advisor.
Kapan Belum Perlu
Anda mungkin belum perlu financial advisor jika kebutuhan dana kecil dan bisa dipenuhi dari kas sendiri. Begitu juga jika tim keuangan Anda sudah kuat dan hubungan dengan bank sudah berjalan baik. Dalam kondisi ini, membayar pendamping bisa jadi belum sebanding dengan manfaatnya.
Cara mudah menilainya: hitung berapa nilai dana yang Anda butuhkan dan berapa waktu yang akan habis jika Anda menyiapkannya sendiri. Jika waktu pemilik lebih berharga untuk menjual dan mengelola usaha, pendamping biasanya layak dipertimbangkan.
Mulai dari Ukuran Usaha Anda
Ukuran usaha menentukan langkah yang paling masuk akal. Tabel berikut adalah gambaran umum, bukan aturan baku. Kebijakan tiap bank dan investor berbeda.
| Posisi Usaha | Langkah yang Biasanya Tepat |
|---|---|
| Aset di bawah Rp25 miliar | Rapikan laporan keuangan dan pajak dulu |
| Aset Rp25 miliar ke atas | Siap dibawa ke segmen kredit komersial bank |
| Aset bersih di atas Rp50 miliar berturut-turut | Mulai relevan untuk investor institusi dan IPO |
Untuk usaha dengan aset di bawah Rp25 miliar, langkah pertama biasanya merapikan laporan keuangan. Anda bisa mencari akuntan, KJA, atau konsultan pajak yang sesuai lewat Cari Akuntan. Setelah laporan rapi, peluang mendapat dana jauh lebih terbuka.
Bedanya dengan Akuntan, Konsultan Pajak, dan Auditor
Pemilik usaha sering bingung membedakan peran ini. Singkatnya:
- Akuntan atau KJA menyusun pembukuan dan laporan keuangan.
- Konsultan pajak mengurus kepatuhan dan perencanaan pajak.
- Auditor di KAP memeriksa laporan keuangan dan memberi opini.
- Financial advisor memakai hasil kerja mereka untuk membawa perusahaan ke sumber dana.
Karena itu financial advisor yang baik paham standar akuntansi terbaru. Bank dan investor membaca laporan Anda dengan standar itu. Ringkasan perubahan standar bisa Anda ikuti di Update SAK.
Bagaimana Tim FA Indonesia Membantu
Tim FA Indonesia mendampingi pemilik usaha dari diagnosis keuangan sampai proses pendanaan, baik lewat kredit bank, investor, maupun persiapan IPO. Untuk pembukuan, audit, dan pajak, kami bekerja bersama mitra KAP, KJA, dan konsultan pajak.
Biasanya kerja sama dimulai dari diskusi awal. Anda mengirim laporan keuangan dan rekening koran terakhir, lalu tim kami memberi gambaran: apa yang sudah siap, apa yang perlu dibenahi, dan sumber dana mana yang paling masuk akal. Dari situ Anda bisa memutuskan sendiri langkah berikutnya.
Kami tidak menjanjikan hasil. Yang kami lakukan adalah membantu perusahaan tampil apa adanya dengan data yang rapi. Langkah awal paling mudah: coba Cek Kredit gratis, lalu ceritakan kondisi usaha Anda kepada tim FA Indonesia lewat WhatsApp.
Pertanyaan Umum
Apa itu financial advisor untuk perusahaan?
Pendamping keuangan di sisi pemilik usaha yang membantu perusahaan mendapatkan dana dari bank, investor, atau IPO, sekaligus merapikan keuangan agar layak dinilai.
Apakah financial advisor bisa menjamin kredit disetujui?
Tidak. Keputusan ada di bank atau investor. Financial advisor membantu agar data dan berkas lengkap, konsisten, dan dinilai secara objektif.
Usaha kecil apakah perlu financial advisor?
Untuk usaha dengan aset relatif kecil, langkah yang lebih bermanfaat biasanya merapikan pembukuan dan pajak dulu bersama akuntan atau KJA.
Apa beda financial advisor dengan akuntan?
Akuntan menyusun pembukuan dan laporan keuangan. Financial advisor memakai laporan itu untuk menyiapkan perusahaan menghadapi bank, investor, atau IPO.
Baca Juga
- Jasa Konsultan Kredit Bank Perusahaan
- CFO Paruh Waktu untuk Perusahaan Menengah
- Modal Usaha dari Investor atau Bank
- Private Equity vs Utang Bank

Penulis
Dr. (C) Ananta W. Sasongko, S.E., M.S.A., Ak., CPA, CTT, FMVA, FPAP
CFO dan Direktur Keuangan, ex-EY. Certified Public Accountant (IAPI), FMVA® dan FPAP™ (CFI). Kandidat doktor ilmu akuntansi.