Financial Advisor di Jakarta, Surabaya, Malang, dan Kota Lain: Cara Memilih
Saat mencari financial advisor, pemilik usaha biasanya mengetik nama kotanya di Google. Wajar, karena banyak yang ingin bertemu langsung. Namun lokasi bukan satu-satunya hal yang menentukan.
Artikel ini membantu Anda memilih financial advisor di kota mana pun, dengan hal-hal yang perlu dicek sebelum tanda tangan kontrak.
Apakah Harus Satu Kota dengan Usaha Anda
Tidak selalu. Sebagian besar pekerjaan financial advisor bisa dilakukan daring: review laporan keuangan, menyusun proyeksi, dan menyiapkan berkas. Pertemuan langsung tetap penting di beberapa titik, misalnya saat diagnosis awal, kunjungan bank, atau due diligence investor.
Yang lebih penting adalah pemahaman terhadap jenis usaha Anda dan cara bank atau investor menilai usaha tersebut.
6 Hal yang Perlu Dicek Saat Memilih Financial Advisor
| Yang Dicek | Pertanyaan untuk Diajukan | Tanda Bahaya |
|---|---|---|
| Pengalaman | Pernah mendampingi usaha sejenis? | Tidak bisa menjelaskan pengalaman dengan konkret |
| Pemahaman akuntansi | Paham standar akuntansi yang berlaku? | Menyarankan memoles angka |
| Janji hasil | Apa yang bisa dan tidak bisa dijamin? | Menjanjikan kredit atau investasi disetujui |
| Ruang lingkup | Apa saja yang dikerjakan dan kapan selesai? | Tidak ada kontrak tertulis |
| Biaya | Bagaimana skema retainer dan success fee? | Meminta dana titipan untuk pihak lain |
| Jaringan profesi | Bekerja dengan KAP, KJA, konsultan pajak mana? | Mengerjakan semuanya tanpa izin profesi |
Jangan memilih hanya karena biaya paling murah atau janji paling besar. Pilih yang paling jelas menjelaskan apa yang akan dikerjakan, siapa yang mengerjakan, dan apa yang Anda dapat di setiap tahap. Kejelasan ini biasanya terlihat sejak diskusi pertama.
Financial advisor yang baik justru berani mengatakan jika usaha Anda belum siap, lalu memberi daftar perbaikan. Ia juga mengikuti perubahan standar akuntansi, yang ringkasannya bisa Anda baca di Update SAK.
Pertanyaan yang Perlu Anda Siapkan
Sebelum diskusi pertama, siapkan jawaban atas beberapa hal: berapa dana yang dibutuhkan, untuk apa, bagaimana kondisi laporan keuangan saat ini, dan apakah ada utang bank yang sedang berjalan. Dengan bahan ini, financial advisor yang baik bisa langsung memberi gambaran awal tanpa banyak menebak.
Minta juga contoh hasil kerja yang tidak memuat data klien, misalnya format proyeksi atau daftar periksa berkas. Dari situ Anda bisa menilai seberapa rapi cara kerjanya.
Kebutuhan Usaha di Tiap Kota Berbeda
Karakter usaha di tiap kota memengaruhi jenis pendampingan yang dibutuhkan. Beberapa contoh:
- Jakarta: banyak kantor pusat perusahaan, bank, dan sekuritas, sehingga kebutuhan kredit korporasi dan persiapan IPO cukup sering muncul. Lihat FA Jakarta.
- Surabaya: pusat perdagangan dan distribusi Jawa Timur, dengan kebutuhan modal kerja untuk stok dan piutang. Lihat FA Surabaya.
- Malang: banyak usaha pendidikan, kesehatan, pariwisata, dan kuliner yang sedang bertumbuh. Lihat FA Malang.
- Bandung: industri kreatif, garmen, dan manufaktur yang butuh kredit investasi mesin. Lihat FA Bandung.
- Jember: usaha berbasis agribisnis dengan arus kas musiman. Lihat FA Jember.
Jika usaha Anda punya cabang di beberapa kota, pilih pendamping yang bisa melihat grup usaha secara utuh. Bank dan investor biasanya menilai seluruh grup, bukan hanya satu cabang.
Kota lain di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, sampai Papua juga dilayani secara daring dan kunjungan. Daftar lengkapnya ada di halaman wilayah layanan FA Indonesia.
Untuk usaha di kota kecil, jarak ke kantor pusat bank atau sekuritas bukan halangan. Berkas bisa dikirim daring dan pertemuan penting dijadwalkan bersama. Yang penting, data usaha sudah rapi saat pertemuan itu tiba.
Mulai dari Ukuran Usaha Anda
Di kota mana pun, langkah yang tepat bergantung pada ukuran usaha. Sebagai gambaran umum:
| Posisi Usaha | Langkah yang Biasanya Tepat |
|---|---|
| Aset di bawah Rp25 miliar | Rapikan laporan keuangan dan pajak dulu |
| Aset Rp25 miliar ke atas | Siap dibawa ke segmen kredit komersial bank |
| Aset bersih di atas Rp50 miliar berturut-turut | Mulai relevan untuk investor institusi dan IPO |
Untuk usaha dengan aset di bawah Rp25 miliar, yang paling dibutuhkan biasanya akuntan atau KJA untuk merapikan laporan keuangan. Anda bisa mencarinya per kota lewat Cari Akuntan.
Bagaimana Tim FA Indonesia Membantu
Tim FA Indonesia mendampingi perusahaan di berbagai kota untuk kredit bank, investor, dan persiapan IPO, bersama mitra KAP, KJA, dan konsultan pajak. Pekerjaan dilakukan daring, dengan kunjungan saat dibutuhkan.
Mulai dengan Cek Kredit gratis, lalu sebutkan kota dan jenis usaha Anda saat menghubungi tim FA Indonesia lewat WhatsApp.
Pertanyaan Umum
Apakah financial advisor harus berada di kota yang sama?
Tidak selalu. Sebagian besar pekerjaan bisa dilakukan daring. Pertemuan langsung biasanya dibutuhkan saat diagnosis awal, kunjungan bank, atau due diligence.
Bagaimana cara memilih financial advisor yang baik?
Cek pengalaman di usaha sejenis, pemahaman akuntansi, kejelasan ruang lingkup dan biaya, serta jaringan profesi. Hindari yang menjanjikan hasil pasti.
Apakah FA Indonesia melayani di luar Malang?
Ya. Tim FA Indonesia melayani perusahaan di berbagai kota di Indonesia secara daring, dengan kunjungan saat dibutuhkan.
Berapa biaya financial advisor?
Umumnya berupa retainer bulanan untuk pekerjaan persiapan ditambah success fee dari dana yang berhasil diperoleh. Besarannya bergantung pada kompleksitas usaha.
Baca Juga
- Financial Advisor untuk Pemilik Usaha
- Jasa Konsultan Kredit Bank Perusahaan
- CFO Paruh Waktu untuk Perusahaan Menengah
- Cara Mendapatkan Pinjaman Bank untuk Usaha

Penulis
Dr. (C) Ananta W. Sasongko, S.E., M.S.A., Ak., CPA, CTT, FMVA, FPAP
CFO dan Direktur Keuangan, ex-EY. Certified Public Accountant (IAPI), FMVA® dan FPAP™ (CFI). Kandidat doktor ilmu akuntansi.