DSCR Adalah: Cara Menghitung Debt Service Coverage Ratio untuk Kredit Bank
Saat menilai pengajuan kredit, salah satu pertanyaan utama analis bank adalah: apakah arus kas perusahaan cukup untuk membayar cicilan? Rasio yang paling sering dipakai untuk menjawabnya adalah DSCR atau Debt Service Coverage Ratio.
Artikel ini menjelaskan apa itu DSCR, rumusnya, contoh perhitungan, kisaran yang umumnya dilihat bank, dan cara memperbaikinya sebelum mengajukan kredit.
Apa Itu DSCR
DSCR adalah perbandingan antara arus kas yang tersedia untuk membayar utang dengan total kewajiban utang (pokok dan bunga) dalam periode yang sama, biasanya satu tahun. DSCR 1,0x berarti arus kas pas-pasan untuk membayar cicilan, tanpa sisa. Di atas 1,0x berarti ada bantalan, di bawah 1,0x berarti arus kas tidak cukup.
Rumus DSCR
Rumus yang paling umum dipakai:
DSCR = Arus kas tersedia untuk membayar utang / (Pokok + Bunga yang jatuh tempo)
Arus kas tersedia biasanya didekati dengan EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi). Sebagian bank memakai pendekatan yang lebih konservatif dengan mengurangi pajak yang dibayar dan belanja modal rutin. Karena definisinya bisa berbeda, tanyakan definisi yang dipakai bank yang Anda tuju.
Contoh Perhitungan DSCR
Contoh berikut adalah ilustrasi dengan angka rekaan untuk perusahaan dummy, PT Contoh Distribusi, bukan data perusahaan nyata.
| Komponen | Nilai per Tahun (Rp) |
|---|---|
| Laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) | 4.000.000.000 |
| Penyusutan dan amortisasi | 1.000.000.000 |
| EBITDA | 5.000.000.000 |
| Pajak yang dibayar | 800.000.000 |
| Arus kas tersedia (EBITDA dikurangi pajak) | 4.200.000.000 |
| Cicilan pokok | 2.000.000.000 |
| Bunga | 1.000.000.000 |
| Total debt service | 3.000.000.000 |
| DSCR | 4.200.000.000 / 3.000.000.000 = 1,4x |
Artinya, untuk setiap Rp1 cicilan, perusahaan dummy ini punya arus kas Rp1,40. Jika memakai EBITDA tanpa dikurangi pajak, DSCR-nya 5.000.000.000 / 3.000.000.000 = 1,67x. Perbedaan ini menunjukkan mengapa definisi yang dipakai bank perlu dipastikan.
Anda bisa menghitung DSCR perusahaan sendiri dengan kalkulator DSCR gratis.
DSCR Historis dan DSCR Proyeksi
Bank biasanya melihat dua jenis DSCR. DSCR historis dihitung dari laporan keuangan tahun-tahun sebelumnya untuk menilai kemampuan nyata perusahaan. DSCR proyeksi dihitung dari proyeksi arus kas setelah kredit baru diterima, termasuk tambahan cicilan dari fasilitas yang diajukan. Untuk kredit investasi, DSCR proyeksi per tahun selama tenor menjadi perhatian utama, terutama pada tahun-tahun awal setelah masa tenggang berakhir.
Berapa DSCR yang Umumnya Dilihat Bank
Tidak ada satu angka baku untuk semua bank. Sebagai gambaran umum, bank umumnya ingin melihat DSCR di atas 1,2x sampai 1,5x, tergantung jenis fasilitas, sektor usaha, stabilitas arus kas, dan kualitas agunan. Usaha dengan arus kas yang berfluktuasi atau proyek baru biasanya diminta bantalan yang lebih tebal.
DSCR juga sering dijadikan covenant dalam perjanjian kredit, artinya perusahaan wajib menjaga DSCR minimal tertentu selama masa kredit. Rasio lain yang biasanya dinilai bersamaan dibahas di rasio keuangan yang dilihat bank.
Perlu diingat, DSCR yang tinggi tidak otomatis membuat kredit disetujui. Bank tetap menilai karakter, riwayat kredit, kualitas laporan keuangan, dan agunan. DSCR hanya menjawab satu pertanyaan penting, yaitu apakah kas cukup untuk membayar.
Cara Memperbaiki DSCR Sebelum Mengajukan Kredit
- Perpanjang tenor agar cicilan pokok per tahun lebih kecil, sepanjang masih sesuai umur aset yang dibiayai.
- Restrukturisasi utang jangka pendek yang mahal menjadi fasilitas dengan jadwal yang lebih sesuai arus kas.
- Percepat penagihan piutang dan kurangi persediaan yang lambat bergerak agar kas operasional naik.
- Pisahkan biaya pribadi pemilik dari biaya perusahaan sehingga laba operasional tercermin dengan benar.
- Tingkatkan margin dengan meninjau harga jual, biaya pengadaan, dan biaya operasional yang tidak produktif.
- Tambah setoran modal untuk mengurangi kebutuhan pinjaman.
- Rapikan laporan keuangan agar penyusutan, bunga, dan biaya non-tunai tercatat tepat, karena kesalahan klasifikasi bisa membuat DSCR tampak lebih rendah.
DSCR dan Skala Perusahaan
Sebagai gambaran umum (kebijakan tiap bank berbeda): perusahaan dengan aset di bawah Rp25 miliar biasanya lebih tepat merapikan laporan keuangan terlebih dahulu, misalnya dengan bantuan KAP, KJA, atau konsultan pajak yang bisa dicari lewat screening CariAkuntan. Perusahaan dengan aset Rp25 miliar ke atas umumnya sudah masuk radar segmen kredit komersial bank, sedangkan perusahaan dengan aset bersih di atas Rp50 miliar secara berturut-turut mulai relevan untuk investor institusi dan persiapan IPO.
Setelah menghitung DSCR, Anda bisa melanjutkan ke Cek Kredit gratis untuk melihat gambaran kapasitas kredit perusahaan. Tim FA Indonesia juga bisa membantu menyusun proyeksi arus kas dan menguji DSCR dengan beberapa skenario melalui layanan konsultan kredit bank.
Setiap perusahaan punya cerita yang berbeda. Silakan ceritakan kondisi perusahaan Anda kepada tim FA Indonesia: kebutuhan dana, posisi laporan keuangan, dan fasilitas yang sedang berjalan. Diskusi awal gratis dan tanpa kewajiban, sehingga Anda bisa menilai sendiri langkah yang paling masuk akal.
Pertanyaan Umum
DSCR adalah apa?
DSCR (Debt Service Coverage Ratio) adalah rasio arus kas yang tersedia untuk membayar utang dibandingkan total cicilan pokok dan bunga dalam periode yang sama.
Berapa DSCR yang baik untuk kredit bank?
Umumnya bank ingin melihat DSCR di atas 1,2x sampai 1,5x, tergantung jenis fasilitas, sektor, dan stabilitas arus kas. Kebijakan tiap bank berbeda.
Apakah DSCR dihitung dari laba bersih?
Biasanya tidak. DSCR umumnya memakai EBITDA atau arus kas operasional, karena laba bersih sudah dikurangi bunga dan biaya non-tunai seperti penyusutan.
Bagaimana jika DSCR di bawah 1?
Artinya arus kas belum cukup membayar cicilan. Perusahaan bisa memperpanjang tenor, menurunkan plafon, menambah modal, atau memperbaiki arus kas operasional lebih dulu.
Di mana bisa menghitung DSCR secara gratis?
Anda bisa memakai kalkulator DSCR gratis di faindonesia.co.id/kalkulator-dscr/.
Baca Juga
- Kalkulator DSCR Gratis
- Cek Kapasitas Kredit Gratis
- Rasio Keuangan yang Dilihat Bank
- Laporan Keuangan untuk Kredit Bank

Penulis
Dr. (C) Ananta W. Sasongko, S.E., M.S.A., Ak., CPA, CTT, FMVA, FPAP
CFO dan Direktur Keuangan, ex-EY. Certified Public Accountant (IAPI), FMVA® dan FPAP™ (CFI). Kandidat doktor ilmu akuntansi.