Logo FA Indonesia Logo FA Indonesia FA Indonesia FA Indonesia

Artikel

Kompilasi, Reviu, dan Audit Laporan Keuangan: Perbedaan Tingkat Keyakinan dan Mana yang Diminta Bank

Oleh Ananta W. Sasongko, CPA, FMVA, FPAP · 16 Oktober 2026 · 4 menit baca

Bank meminta "laporan keuangan", investor meminta "laporan keuangan yang sudah diperiksa", kantor pajak meminta "laporan keuangan sebagai lampiran SPT". Kedengarannya sama, padahal yang dimaksud bisa tiga dokumen dengan tingkat keyakinan yang berbeda: kompilasi, reviu, dan audit. Memahami bedanya membantu perusahaan memesan jasa yang tepat, tidak kurang dan tidak berlebihan.

Tiga Tingkat Keyakinan

KompilasiReviuAudit
Tingkat keyakinanTidak adaTerbatasMemadai
Bentuk kesimpulanTidak ada opini; akuntan hanya membantu menyusunPernyataan bahwa tidak ada hal yang menarik perhatian (keyakinan negatif)Opini: wajar tanpa pengecualian, wajar dengan pengecualian, tidak wajar, atau tidak memberikan opini
Prosedur utamaMenyusun laporan dari catatan manajemen sesuai kerangka pelaporanTanya jawab dan prosedur analitisPengujian bukti: konfirmasi, inspeksi, observasi, perhitungan ulang, pengujian pengendalian
Siapa yang bolehAkuntan Berpraktik di KJA atau Akuntan Publik di KAPAkuntan Publik di KAPAkuntan Publik di KAP
StandarStandar jasa kompilasiStandar perikatan reviuStandar Audit (SA)
Waktu pengerjaanMengikuti kesiapan dataLebih singkat dari auditPaling lama, biasanya beberapa minggu sampai bulan
Biaya relatifPaling rendahMenengahPaling tinggi

Kompilasi: Membuat Laporan Keuangan Ada

Dalam perikatan kompilasi, akuntan membantu manajemen menyusun laporan keuangan dari buku besar, bukti transaksi, dan informasi yang diberikan manajemen, sesuai kerangka yang dipilih (SAK EMKM, SAK EP, atau PSAK). Akuntan memastikan formatnya benar, klasifikasinya tepat, dan pengungkapannya lengkap. Akuntan tidak melakukan pengujian terhadap kebenaran angka, karena itu laporan kompilasi memuat pernyataan bahwa akuntan tidak memberikan keyakinan.

Kompilasi bukan pekerjaan "sekadar mengetik ulang". Akuntan yang baik akan menemukan transaksi yang salah akun, aset tetap yang belum disusutkan, utang yang belum dicatat, dan pos pribadi pemilik yang bercampur dengan usaha. Perbaikan atas hal-hal ini membuat laporan lebih layak dipakai, meskipun secara formal tanpa keyakinan.

Reviu: Keyakinan Terbatas dengan Prosedur Ringan

Reviu dilakukan Akuntan Publik dengan tanya jawab kepada manajemen dan prosedur analitis, seperti membandingkan rasio antarperiode dan dengan industri. Tidak ada konfirmasi ke bank atau pelanggan, tidak ada pemeriksaan fisik persediaan. Kesimpulannya dirumuskan secara negatif: tidak ada hal yang menarik perhatian akuntan yang menyebabkan laporan keuangan tidak disajikan secara wajar.

Reviu jarang dipakai di Indonesia untuk laporan tahunan, tetapi berguna untuk laporan interim, misalnya laporan tengah tahunan perusahaan terbuka, atau ketika pihak ketiga ingin keyakinan di atas kompilasi tanpa membayar audit penuh.

Audit: Keyakinan Memadai dan Opini

Audit adalah perikatan asurans dengan keyakinan paling tinggi. Auditor merencanakan pekerjaan berdasarkan risiko, menguji pengendalian internal, mengirim konfirmasi saldo ke bank dan pihak ketiga, menghadiri perhitungan persediaan, dan memeriksa bukti transaksi secara sampel. Hasilnya adalah opini auditor independen. Opini wajar tanpa pengecualian adalah yang dicari bank, investor, dan regulator.

Audit tidak menjamin tidak ada kesalahan sama sekali. Keyakinan memadai berarti tinggi tetapi bukan mutlak, karena auditor bekerja dengan sampel dan pertimbangan profesional. Ini penting dipahami pemilik agar tidak kaget ketika kemudian ditemukan hal yang luput.

Mana yang Diminta Bank

Dari pengalaman mendampingi pengajuan kredit di berbagai bank, polanya kira-kira begini:

  • Fasilitas kecil dan menengah: laporan keuangan internal atau kompilasi biasanya diterima, didukung rekening koran, SPT tahunan, dan bukti usaha. Analis lebih banyak menguji arus kas rekening daripada laporan.
  • Fasilitas dengan nilai lebih besar: bank umumnya mensyaratkan laporan keuangan yang diaudit KAP, dan untuk nilai tertentu KAP-nya harus terdaftar di OJK atau masuk daftar rekanan bank. Ambang nilainya berbeda antarbank.
  • Kredit sindikasi, kredit investasi jangka panjang, dan restrukturisasi: hampir selalu audit, sering dengan tambahan prosedur yang disepakati atau penilaian aset oleh KJPP.

Jalan yang paling aman adalah bertanya lebih dulu kepada bank mengenai syarat laporan keuangannya sebelum memesan jasa, lalu menyiapkan laporan sesuai syarat itu. Rincian apa yang dinilai analis ada di artikel laporan keuangan untuk pengajuan kredit bank.

Mana yang Diminta Investor, Regulator, dan Pajak

  • Investor dan calon pembeli perusahaan: laporan audit beberapa tahun terakhir, ditambah uji tuntas keuangan yang dikerjakan pihak mereka sendiri.
  • Perusahaan yang akan IPO: laporan keuangan audit untuk periode yang disyaratkan OJK dan Bursa, umumnya tiga tahun buku terakhir dengan opini wajar tanpa pengecualian pada periode terdekat. Lihat checklist persiapan IPO.
  • Pajak: lampiran SPT Tahunan adalah laporan keuangan; audit baru diwajibkan untuk kriteria tertentu. Yang penting angka laporan konsisten dengan SPT.
  • Hibah, tender, dan BUMN atau pemerintah daerah: ikuti dokumen persyaratan; banyak yang meminta audit.

Cara Memilih Secara Praktis

  1. Tanyakan kepada pihak yang meminta: apa persisnya yang disyaratkan, untuk periode apa, dan apakah ada kriteria KAP.
  2. Pastikan laporan keuangannya sudah ada dan benar lebih dulu. Audit atas pembukuan yang berantakan berakhir dengan opini yang tidak diinginkan atau biaya yang membengkak.
  3. Pisahkan penyusun dan pemeriksa. KJA atau tim keuangan menyusun, KAP mengaudit.
  4. Mulai lebih awal. Audit tahun buku berjalan paling nyaman jika pembukuan ditutup tiap bulan, bukan sekaligus di akhir tahun.

Pertanyaan Umum

Apakah laporan kompilasi sama dengan laporan audit?
Tidak. Kompilasi tidak memberikan keyakinan atas angka; audit memberikan keyakinan memadai berupa opini auditor.

Siapa yang boleh melakukan reviu laporan keuangan?
Akuntan Publik melalui KAP, karena reviu adalah jasa asurans.

Apakah UMKM perlu audit?
Umumnya tidak wajib, kecuali diminta bank, investor, atau ketentuan tertentu. Laporan kompilasi yang disusun akuntan biasanya sudah cukup untuk kebutuhan pajak dan kredit kecil. Contohnya ada di artikel contoh laporan keuangan UMKM.

Berapa lama audit berlangsung?
Tergantung ukuran perusahaan dan kesiapan dokumen. Perusahaan menengah dengan pembukuan rapi biasanya selesai dalam hitungan minggu; yang pembukuannya tertinggal bisa berbulan-bulan.

Ananta W. Sasongko, CPA, FMVA, FPAP

Penulis

Ananta W. Sasongko, CPA, FMVA, FPAP

CFO dan Direktur Keuangan, ex-EY. Certified Public Accountant (IAPI), FMVA® dan FPAP™ (CFI). Kandidat doktor ilmu akuntansi.