Cara Memilih CFO untuk Perusahaan yang Akan IPO: Kriteria, Pertanyaan Wawancara, dan Kesalahan yang Sering Terjadi
Keputusan untuk IPO biasanya diambil pemilik dan penjamin emisi. Yang menjalankannya hari demi hari adalah Direktur Keuangan. Dari pengalaman memimpin persiapan IPO dari dalam perusahaan, pilihan orang di kursi ini menentukan apakah jadwal pendaftaran tercapai atau mundur setahun. Artikel ini ditujukan bagi pemilik, Komisaris, dan tim pencari eksekutif yang sedang menyusun kriteria CFO untuk perusahaan calon emiten.
Kapan Harus Mulai Mencari
Idealnya CFO yang akan mengawal IPO sudah bekerja 18 sampai 24 bulan sebelum tanggal pencatatan yang ditargetkan. Alasannya sederhana: OJK dan Bursa meminta laporan keuangan audit untuk beberapa tahun buku, dan tahun buku terakhir harus bersih. Merapikan pembukuan, mengganti kebijakan akuntansi ke PSAK penuh, dan membangun pengendalian internal tidak bisa dipadatkan dalam enam bulan tanpa mengorbankan kualitas. Perusahaan yang merekrut CFO setelah menunjuk penjamin emisi hampir selalu kehilangan satu musim pendaftaran.
Kriteria yang Benar-Benar Menentukan
1. Pernah menghasilkan laporan keuangan yang diaudit tanpa pengecualian
Bukan sekadar "pernah bekerja dengan auditor". Tanyakan opini audit di perusahaan sebelumnya, berapa lama proses audit, dan berapa banyak penyesuaian audit. CFO yang baik tahu persis di mana laporan keuangannya rapuh dan sudah memperbaikinya sebelum auditor datang.
2. Memahami PSAK yang berlaku bagi emiten
Perusahaan privat sering memakai SAK EP atau bahkan SAK EMKM. Emiten wajib PSAK penuh, dengan pos-pos yang biasanya baru: sewa, instrumen keuangan, pengakuan pendapatan kontrak, imbalan kerja, dan mulai 2027 penyajian laba rugi menurut PSAK 118. CFO harus bisa memimpin konversi ini, bukan menyerahkannya sepenuhnya ke konsultan.
3. Latar belakang audit atau akuntan bersertifikat
Mantan auditor KAP besar atau pemegang CPA atau CA mempunyai keunggulan dalam uji tuntas: mereka berbicara dalam bahasa yang sama dengan auditor, penjamin emisi, dan Komite Audit. Ini bukan syarat mutlak, tetapi sangat mengurangi gesekan.
4. Bisa membangun fungsi, bukan hanya menjalankannya
Perusahaan calon emiten biasanya belum punya unit audit internal, manajemen risiko, hubungan investor, dan tutup buku bulanan yang disiplin. CFO yang dicari adalah yang pernah membangun hal-hal ini dari nol, lengkap dengan SOP dan orang-orangnya.
5. Pengalaman berhadapan dengan bank dan investor
IPO adalah pendanaan, dan CFO adalah wajah keuangan perusahaan di depan investor. Rekam jejak menutup fasilitas kredit, bernegosiasi dengan investor, atau memimpin akuisisi menunjukkan ia terbiasa diuji pihak luar.
6. Tahan terhadap tekanan jadwal dan tegas soal angka
Dalam proses IPO akan ada tekanan untuk "memperbaiki" angka agar valuasi lebih baik. CFO yang menolak secara halus tetapi tegas justru melindungi pemilik dari masalah setelah tercatat. Tanyakan contoh nyata ketika ia harus berkata tidak kepada atasannya.
Pertanyaan Wawancara yang Mengungkap Banyak Hal
- "Ceritakan audit terakhir yang Anda pimpin: opininya apa, penyesuaian terbesarnya apa, dan apa yang Anda ubah setelahnya?"
- "Jika tahun buku kita harus beralih dari SAK EP ke PSAK penuh dalam dua belas bulan, apa tiga pos yang Anda kerjakan lebih dulu, dan mengapa?"
- "Berapa hari kerja tutup buku bulanan di perusahaan Anda sebelumnya, dan bagaimana Anda memangkasnya?"
- "Bagaimana Anda menyusun financial model untuk penjamin emisi, dan asumsi mana yang paling sering ditantang investor?"
- "Transaksi pihak berelasi apa yang pernah Anda hentikan atau ubah strukturnya, dan bagaimana Anda menjelaskannya kepada pemilik?"
- "Siapa saja yang akan Anda rekrut dalam enam bulan pertama, dan fungsi apa yang Anda tangani sendiri sampai orangnya ada?"
Jawaban yang baik bersifat spesifik, memuat angka dan nama proses, dan tidak takut menyebut kesalahan sendiri.
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Mengangkat kepala akuntansi lama menjadi CFO hanya karena loyal. Loyalitas penting, tetapi tanpa pengalaman pasar modal, ia akan belajar dengan biaya perusahaan di saat yang paling mahal.
- Mencari "orang bank" atau "orang investasi" tanpa dasar akuntansi. IPO di tahap persiapan adalah 70% pekerjaan akuntansi dan tata kelola. Keahlian transaksi baru dominan menjelang penawaran.
- Menunda karena biaya. Gaji CFO berpengalaman memang di atas kepala keuangan biasa, tetapi jauh lebih kecil dibanding biaya penjamin emisi yang menganggur karena jadwal mundur.
- Tidak memberi wewenang. CFO yang tidak boleh mengganti kebijakan akuntansi, memilih KAP, atau merapikan transaksi keluarga pemilik tidak akan bisa mengantar perusahaan ke Bursa.
- Mengabaikan kecocokan dengan Komite Audit dan Komisaris Independen. Tiga pihak ini akan bekerja sangat erat; wawancarai calon CFO bersama mereka.
Alternatif Jika Belum Siap Merekrut Penuh Waktu
Perusahaan yang masih dua atau tiga tahun dari IPO dapat memulai dengan CFO paruh waktu atau pendamping IPO yang bekerja dari dalam perusahaan untuk membangun fondasi: laporan keuangan audit, tata kelola, dan tim. CFO penuh waktu kemudian masuk ketika jadwal pendaftaran sudah pasti, dengan fondasi yang sudah rapi. Gambaran peran CFO setelah perusahaan menjadi emiten ada di artikel peran CFO di perusahaan calon emiten dan Tbk.
Daftar Periksa Singkat untuk Pemilik
- Target pencatatan sudah ditentukan, dan hitung mundur 18 sampai 24 bulan untuk posisi CFO.
- Kriteria tertulis: opini audit, pengalaman PSAK, sertifikasi, pengalaman membangun fungsi, pengalaman pendanaan.
- Wawancara melibatkan Komisaris Independen atau calon ketua Komite Audit.
- Kewenangan CFO atas kebijakan akuntansi, pemilihan KAP, dan transaksi afiliasi ditetapkan sejak awal.
- Rencana 100 hari pertama disepakati sebelum tanggal mulai.
Pertanyaan Umum
Kapan perusahaan calon emiten sebaiknya merekrut CFO?
Sekitar 18 sampai 24 bulan sebelum target pencatatan, agar laporan keuangan audit dan tata kelola siap sebelum penjamin emisi masuk.
Apakah CFO untuk IPO harus seorang akuntan?
Tidak mutlak, tetapi latar belakang audit atau sertifikasi CPA atau CA sangat membantu karena tahap persiapan didominasi pekerjaan akuntansi dan tata kelola.
Apa perbedaan CFO perusahaan privat dan CFO calon emiten?
CFO calon emiten bertanggung jawab atas laporan yang dibaca publik, menghadapi Komite Audit dan regulator, dan harus membangun pengendalian internal serta hubungan investor.
Bisakah persiapan IPO dimulai dengan CFO paruh waktu?
Bisa, untuk membangun fondasi laporan keuangan dan tata kelola, sebelum CFO penuh waktu mengambil alih menjelang pendaftaran.

Penulis
Ananta W. Sasongko, CPA, FMVA, FPAP
CFO dan Direktur Keuangan, ex-EY. Certified Public Accountant (IAPI), FMVA® dan FPAP™ (CFI). Kandidat doktor ilmu akuntansi.