Cara Mendapatkan Pinjaman Bank untuk Usaha: 7 Langkah dari Nol
Pinjaman bank masih menjadi sumber dana utama bagi banyak pemilik usaha. Masalahnya, banyak yang datang ke bank dengan persiapan seadanya. Akibatnya proses lama, plafon kecil, atau pengajuan ditolak.
Kabar baiknya, sebagian besar penyebab itu bisa diperbaiki sebelum Anda datang ke bank. Berikut tujuh langkah yang bisa Anda ikuti dari nol.
Sebelum Mulai: Kenali Posisi Usaha Anda
Bank melayani usaha dengan segmen yang berbeda. Sebagai gambaran umum (kebijakan tiap bank berbeda):
| Posisi Usaha | Langkah yang Biasanya Tepat |
|---|---|
| Aset di bawah Rp25 miliar | Rapikan laporan keuangan dan pajak dulu |
| Aset Rp25 miliar ke atas | Siap dibawa ke segmen kredit komersial bank |
| Aset bersih di atas Rp50 miliar berturut-turut | Mulai relevan untuk investor institusi dan IPO |
Jika aset usaha Anda masih di bawah Rp25 miliar dan laporan keuangan belum rapi, mulai dari merapikan pembukuan. Anda bisa mencari akuntan atau KJA lewat Cari Akuntan.
7 Langkah Mendapatkan Pinjaman Bank
- Tentukan tujuan dana. Untuk modal kerja (stok, piutang, proyek) atau investasi (mesin, gedung, cabang)? Jenis kredit dan tenornya berbeda. Baca KMK vs kredit investasi.
- Cek SLIK perusahaan dan pengurus. Bank memeriksa riwayat kredit badan usaha, direktur, dan pemegang saham. Anda bisa cek sendiri secara gratis lewat iDebKu OJK.
- Rapikan laporan keuangan 2 sampai 3 tahun terakhir. Pastikan neraca, laba rugi, dan arus kas masuk akal dan saling nyambung.
- Samakan angka dengan SPT dan rekening koran. Analis bank akan mencocokkan omzet di laporan dengan uang yang masuk ke rekening dan yang dilaporkan di pajak.
- Hitung kemampuan bayar. Hitung berapa cicilan yang sanggup dibayar dari arus kas usaha, bukan dari harapan. Gunakan kalkulator DSCR.
- Siapkan berkas dan agunan. Kumpulkan legalitas, laporan keuangan, kontrak, dan dokumen agunan dalam satu paket.
- Ajukan dan kawal prosesnya. Jawab pertanyaan analis dengan cepat dan konsisten. Siapkan kunjungan lapangan dengan baik.
Dokumen yang Biasanya Diminta Bank
Daftar pasti berbeda tiap bank, tetapi kelompok dokumennya umumnya sama:
| Kelompok | Contoh Dokumen |
|---|---|
| Legalitas | Akta pendirian dan perubahan, SK Kemenkum, NIB, NPWP |
| Keuangan | Laporan keuangan 2 sampai 3 tahun, rekening koran, SPT Tahunan |
| Usaha | Daftar pelanggan dan pemasok, kontrak atau SPK, foto lokasi |
| Agunan | Sertifikat, IMB atau PBG, BPKB, faktur mesin |
| Pengurus | KTP, NPWP, dan data pribadi direktur serta pemegang saham |
Daftar lebih lengkap ada di artikel dokumen pengajuan kredit korporasi.
Siapkan Cerita Usaha yang Jelas
Analis kredit membaca angka, tetapi juga ingin memahami usaha Anda. Siapkan penjelasan singkat, cukup satu sampai dua halaman, yang menjawab pertanyaan berikut:
- Usaha Anda menjual apa, kepada siapa, dan bagaimana cara pelanggan membayar.
- Untuk apa dana dipakai dan bagaimana dana itu menambah pendapatan.
- Dari mana cicilan akan dibayar setiap bulan.
- Apa risiko terbesar usaha Anda dan bagaimana Anda mengatasinya.
Penjelasan ini membantu analis menulis usulan kredit ke komite dengan lebih cepat. Jawaban yang konsisten antara pemilik, tim keuangan, dan dokumen juga membangun kepercayaan. Jika ada hal yang kurang baik, misalnya penjualan sempat turun, jelaskan apa adanya beserta langkah perbaikannya. Bank lebih menghargai keterbukaan daripada data yang terlihat sempurna tetapi tidak bisa dijelaskan.
Jika usaha Anda punya kontrak dengan pelanggan besar, lampirkan ringkasan kontraknya. Kontrak yang jelas nilai, jangka waktu, dan cara bayarnya sering menjadi dasar kuat bagi bank, terutama untuk kredit modal kerja. Siapkan juga daftar piutang per pelanggan agar analis bisa melihat seberapa lancar pelanggan membayar.
Pastikan juga semua pengurus dan pemegang saham siap memberikan data pribadi yang diminta. Bank biasanya memeriksa mereka bersamaan dengan perusahaan.
Kesalahan yang Membuat Pengajuan Tertahan
- Mengajukan plafon jauh di atas kemampuan bayar.
- Laporan keuangan dibuat mendadak dan tidak cocok dengan rekening koran.
- Uang pribadi dan uang perusahaan tercampur di satu rekening.
- Ada tunggakan kecil di SLIK pengurus yang tidak dibereskan.
- Berkas dikirim sepotong-sepotong sehingga analis harus bertanya berulang kali.
Satu hal lagi: laporan keuangan dinilai dengan standar akuntansi yang berlaku. Jika ada perubahan standar yang memengaruhi angka Anda, ringkasannya bisa dicek di Update SAK.
Bagaimana Tim FA Indonesia Membantu
Tim FA Indonesia mendampingi perusahaan menjalankan tujuh langkah di atas, dari diagnosis sampai pencairan, melalui layanan konsultan kredit bank. Kami tidak menjanjikan persetujuan. Kami membantu agar pengajuan Anda lengkap, jujur, dan mudah dinilai.
Mulai dengan Cek Kredit gratis untuk melihat gambaran kapasitas pinjaman. Setelah itu, ceritakan kebutuhan dana Anda kepada tim FA Indonesia lewat WhatsApp.
Pertanyaan Umum
Apa syarat utama mendapatkan pinjaman bank untuk usaha?
Umumnya usaha sudah berjalan, punya laporan keuangan yang masuk akal, riwayat kredit yang baik di SLIK, kemampuan bayar dari arus kas, dan legalitas serta agunan yang lengkap.
Bisakah usaha tanpa laporan keuangan mendapat pinjaman bank?
Untuk plafon kecil kadang bisa dengan analisis rekening koran. Untuk plafon besar, bank hampir selalu meminta laporan keuangan yang rapi.
Bagaimana cara cek SLIK sebelum mengajukan kredit?
Lewat layanan iDebKu OJK secara gratis, untuk perorangan maupun badan usaha. Periksa juga SLIK direktur dan pemegang saham.
Berapa plafon pinjaman yang bisa saya ajukan?
Bergantung pada arus kas, utang yang sudah ada, dan agunan. Hitung kemampuan bayar dulu, misalnya dengan pendekatan DSCR.
Baca Juga
- Prosedur Pengajuan Kredit Perusahaan ke Bank
- Dokumen Pengajuan Kredit Korporasi
- Alasan Kredit Bank Ditolak
- Berapa Pinjaman Bank yang Aman untuk Usaha
Sumber

Penulis
Dr. (C) Ananta W. Sasongko, S.E., M.S.A., Ak., CPA, CTT, FMVA, FPAP
CFO dan Direktur Keuangan, ex-EY. Certified Public Accountant (IAPI), FMVA® dan FPAP™ (CFI). Kandidat doktor ilmu akuntansi.