Ekosistem FA:FA Indonesia Kredit, Investor, IPOCari Akuntan KAP, KJA, PajakUpdate SAK Standar Akuntansi
Logo FA Indonesia Logo FA Indonesia FA Indonesia FA Indonesia

Eksplor · Kredit Bank

Berapa Pinjaman Bank yang Aman untuk Usaha Anda? Hitungan Sederhana

Oleh Dr. (C) Ananta W. Sasongko, S.E., M.S.A., Ak., CPA, CTT, FMVA, FPAP · 30 Oktober 2026 · 5 menit baca

Pertanyaan yang sering muncul dari pemilik usaha: saya sebaiknya pinjam berapa? Banyak yang menjawabnya dari nilai agunan atau dari besar kebutuhan. Padahal yang paling menentukan adalah kemampuan usaha membayar cicilan.

Artikel ini memberi cara hitung sederhana yang bisa Anda coba sendiri.

Mulai dari Arus Kas, Bukan dari Agunan

Agunan adalah cadangan jika terjadi masalah. Cicilan tetap dibayar dari uang yang dihasilkan usaha. Karena itu bank menghitung dulu berapa kas yang tersedia setiap bulan, baru melihat agunan.

Ukuran yang lazim dipakai adalah DSCR (Debt Service Coverage Ratio). Rumus sederhananya:

DSCR = kas dari operasi usaha dibagi total cicilan pokok dan bunga

Jika DSCR 1, berarti seluruh kas habis untuk cicilan. Tidak ada ruang jika penjualan turun. Bank biasanya ingin melihat DSCR di atas 1 dengan ruang cadangan. Patokan pastinya berbeda tiap bank dan jenis usaha. Penjelasan lengkapnya ada di artikel DSCR dan cara menghitungnya.

Selain DSCR, bank juga melihat rasio lain, misalnya perbandingan utang dengan modal sendiri dan kemampuan membayar utang jangka pendek. Namun untuk menjawab pertanyaan berapa yang aman, DSCR adalah titik awal yang paling mudah dipahami pemilik usaha.

Hitungan Sederhana dalam 4 Langkah

  1. Hitung kas operasi per bulan. Pendekatan sederhana: laba sebelum bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi (EBITDA) dibagi 12. Untuk hitungan yang lebih ketat, kurangi pajak dan belanja modal rutin.
  2. Tentukan patokan DSCR. Pakai angka yang memberi ruang aman, misalnya 1,25 sebagai contoh.
  3. Hitung ruang cicilan. Kas operasi dibagi patokan DSCR, lalu kurangi cicilan utang yang sudah berjalan.
  4. Ubah ruang cicilan menjadi plafon. Pakai tenor dan perkiraan bunga untuk menghitung pokok pinjaman yang sesuai.

Contoh Dummy: Usaha Distribusi

Semua angka berikut adalah contoh dummy untuk ilustrasi, bukan patokan bank.

UraianAngka Dummy
EBITDA per tahunRp3 miliar
Kas operasi per bulanRp250 juta
Patokan DSCR (contoh)1,25
Kemampuan cicilan total per bulanRp200 juta
Cicilan utang lama per bulanRp50 juta
Ruang cicilan baru per bulanRp150 juta
Tenor dan bunga (asumsi dummy)5 tahun, 10% per tahun, anuitas
Perkiraan plafon yang amanSekitar Rp7 miliar

Perhatikan bahwa angka Rp7 miliar ini adalah batas atas, bukan target. Jika usaha Anda musiman atau pelanggan sering terlambat membayar, ambil plafon di bawah angka itu. Sisakan juga ruang untuk kebutuhan tak terduga, misalnya perbaikan mesin atau kenaikan harga bahan baku.

Jika pemilik ingin pinjam Rp12 miliar dengan kondisi yang sama, cicilannya jauh melebihi ruang yang ada. Pilihannya: perpanjang tenor, kurangi plafon, gabungkan dengan modal sendiri, atau tingkatkan kas operasi dulu. Anda bisa mencoba angka sendiri di kalkulator DSCR.

Hitungan ini hanya sebaik laporan keuangan yang dipakai. Laba yang tercampur pengeluaran pribadi atau pengakuan pendapatan yang tidak sesuai standar akan membuat hasilnya meleset. Aturan pengakuan pendapatan dan perubahan standar terbaru bisa Anda cek di Update SAK.

Lakukan hitungan ini sebelum bertemu bank. Dengan begitu Anda datang dengan angka plafon yang masuk akal, bukan sekadar angka kebutuhan. Analis juga lebih mudah memproses pengajuan yang sudah sesuai kemampuan bayar.

Tanda Pinjaman Sudah Terlalu Besar

  • Cicilan dibayar dengan menunda pembayaran ke pemasok.
  • Sering menarik fasilitas baru untuk membayar fasilitas lama.
  • Saldo rekening hampir selalu tipis menjelang tanggal cicilan.
  • Ada keterlambatan yang mulai tercatat di SLIK.

Jika tanda ini sudah muncul, pertimbangkan restrukturisasi lebih awal. Baca restrukturisasi kredit perusahaan.

Ukuran Usaha dan Jalur Kredit

Sebagai gambaran umum (kebijakan tiap bank berbeda):

Posisi UsahaLangkah yang Biasanya Tepat
Aset di bawah Rp25 miliarRapikan laporan keuangan dan pajak dulu
Aset Rp25 miliar ke atasSiap dibawa ke segmen kredit komersial bank
Aset bersih di atas Rp50 miliar berturut-turutMulai relevan untuk investor institusi dan IPO

Untuk usaha dengan aset di bawah Rp25 miliar, hitungan di atas lebih akurat jika laporan keuangan sudah rapi. Cari akuntan atau KJA yang cocok lewat Cari Akuntan.

Bagaimana Tim FA Indonesia Membantu

Tim FA Indonesia membantu menghitung kapasitas pinjaman dengan data laporan keuangan dan rekening Anda, lalu menyusun struktur kredit yang masuk akal melalui layanan konsultan kredit bank. Keputusan plafon tetap ada di bank.

Coba Cek Kredit gratis untuk mendapat gambaran awal. Jika hasilnya ingin dibahas lebih dalam, hubungi tim FA Indonesia lewat WhatsApp.

Pertanyaan Umum

Bagaimana cara menghitung pinjaman bank yang aman?

Hitung kas operasi per bulan, bagi dengan patokan DSCR yang memberi ruang aman, kurangi cicilan lama, lalu ubah sisa ruang cicilan menjadi plafon dengan tenor dan bunga.

Berapa DSCR yang diminta bank?

Bank umumnya ingin DSCR di atas 1 dengan ruang cadangan. Patokan pastinya berbeda tiap bank dan jenis usaha.

Apakah nilai agunan menentukan besar pinjaman?

Agunan ikut dinilai, tetapi kemampuan bayar dari arus kas biasanya menjadi batas utama plafon.

Apa yang dilakukan jika kebutuhan dana melebihi kemampuan bayar?

Pilihannya antara lain memperpanjang tenor, mengurangi plafon, menambah modal sendiri atau investor, atau meningkatkan kas operasi lebih dulu.

Baca Juga

Dr. (C) Ananta W. Sasongko, S.E., M.S.A., Ak., CPA, CTT, FMVA, FPAP

Penulis

Dr. (C) Ananta W. Sasongko, S.E., M.S.A., Ak., CPA, CTT, FMVA, FPAP

CFO dan Direktur Keuangan, ex-EY. Certified Public Accountant (IAPI), FMVA® dan FPAP™ (CFI). Kandidat doktor ilmu akuntansi.

Mau Ajukan Kredit Bank atau Cari Investor?

Kami cek dulu rasio dan laporan keuangan perusahaan Anda, supaya pengajuan tidak ditolak dan biaya audit tidak terbuang. Diskusi awal gratis.

Konsultasi Kredit via WhatsAppLihat Layanan Kredit BankScreening Rasio Gratis

Artikel Lainnya

Kredit BankCara Mendapatkan Pinjaman Bank untuk Usaha: 7 LangkahBaca SelengkapnyaKredit BankSyarat, Biaya, dan Cara Take Over Kredit Usaha ke Bank Lain Terbaru 2026Baca SelengkapnyaKredit BankCara RM Bank Mencari Debitur Korporasi yang LayakBaca SelengkapnyaKredit BankKredit Bank untuk Rumah Sakit Swasta: Kredit Investasi dan KMKBaca Selengkapnya