Berapa Pinjaman Bank yang Aman untuk Usaha Anda? Hitungan Sederhana
Pertanyaan yang sering muncul dari pemilik usaha: saya sebaiknya pinjam berapa? Banyak yang menjawabnya dari nilai agunan atau dari besar kebutuhan. Padahal yang paling menentukan adalah kemampuan usaha membayar cicilan.
Artikel ini memberi cara hitung sederhana yang bisa Anda coba sendiri.
Mulai dari Arus Kas, Bukan dari Agunan
Agunan adalah cadangan jika terjadi masalah. Cicilan tetap dibayar dari uang yang dihasilkan usaha. Karena itu bank menghitung dulu berapa kas yang tersedia setiap bulan, baru melihat agunan.
Ukuran yang lazim dipakai adalah DSCR (Debt Service Coverage Ratio). Rumus sederhananya:
DSCR = kas dari operasi usaha dibagi total cicilan pokok dan bunga
Jika DSCR 1, berarti seluruh kas habis untuk cicilan. Tidak ada ruang jika penjualan turun. Bank biasanya ingin melihat DSCR di atas 1 dengan ruang cadangan. Patokan pastinya berbeda tiap bank dan jenis usaha. Penjelasan lengkapnya ada di artikel DSCR dan cara menghitungnya.
Selain DSCR, bank juga melihat rasio lain, misalnya perbandingan utang dengan modal sendiri dan kemampuan membayar utang jangka pendek. Namun untuk menjawab pertanyaan berapa yang aman, DSCR adalah titik awal yang paling mudah dipahami pemilik usaha.
Hitungan Sederhana dalam 4 Langkah
- Hitung kas operasi per bulan. Pendekatan sederhana: laba sebelum bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi (EBITDA) dibagi 12. Untuk hitungan yang lebih ketat, kurangi pajak dan belanja modal rutin.
- Tentukan patokan DSCR. Pakai angka yang memberi ruang aman, misalnya 1,25 sebagai contoh.
- Hitung ruang cicilan. Kas operasi dibagi patokan DSCR, lalu kurangi cicilan utang yang sudah berjalan.
- Ubah ruang cicilan menjadi plafon. Pakai tenor dan perkiraan bunga untuk menghitung pokok pinjaman yang sesuai.
Contoh Dummy: Usaha Distribusi
Semua angka berikut adalah contoh dummy untuk ilustrasi, bukan patokan bank.
| Uraian | Angka Dummy |
|---|---|
| EBITDA per tahun | Rp3 miliar |
| Kas operasi per bulan | Rp250 juta |
| Patokan DSCR (contoh) | 1,25 |
| Kemampuan cicilan total per bulan | Rp200 juta |
| Cicilan utang lama per bulan | Rp50 juta |
| Ruang cicilan baru per bulan | Rp150 juta |
| Tenor dan bunga (asumsi dummy) | 5 tahun, 10% per tahun, anuitas |
| Perkiraan plafon yang aman | Sekitar Rp7 miliar |
Perhatikan bahwa angka Rp7 miliar ini adalah batas atas, bukan target. Jika usaha Anda musiman atau pelanggan sering terlambat membayar, ambil plafon di bawah angka itu. Sisakan juga ruang untuk kebutuhan tak terduga, misalnya perbaikan mesin atau kenaikan harga bahan baku.
Jika pemilik ingin pinjam Rp12 miliar dengan kondisi yang sama, cicilannya jauh melebihi ruang yang ada. Pilihannya: perpanjang tenor, kurangi plafon, gabungkan dengan modal sendiri, atau tingkatkan kas operasi dulu. Anda bisa mencoba angka sendiri di kalkulator DSCR.
Hitungan ini hanya sebaik laporan keuangan yang dipakai. Laba yang tercampur pengeluaran pribadi atau pengakuan pendapatan yang tidak sesuai standar akan membuat hasilnya meleset. Aturan pengakuan pendapatan dan perubahan standar terbaru bisa Anda cek di Update SAK.
Lakukan hitungan ini sebelum bertemu bank. Dengan begitu Anda datang dengan angka plafon yang masuk akal, bukan sekadar angka kebutuhan. Analis juga lebih mudah memproses pengajuan yang sudah sesuai kemampuan bayar.
Tanda Pinjaman Sudah Terlalu Besar
- Cicilan dibayar dengan menunda pembayaran ke pemasok.
- Sering menarik fasilitas baru untuk membayar fasilitas lama.
- Saldo rekening hampir selalu tipis menjelang tanggal cicilan.
- Ada keterlambatan yang mulai tercatat di SLIK.
Jika tanda ini sudah muncul, pertimbangkan restrukturisasi lebih awal. Baca restrukturisasi kredit perusahaan.
Ukuran Usaha dan Jalur Kredit
Sebagai gambaran umum (kebijakan tiap bank berbeda):
| Posisi Usaha | Langkah yang Biasanya Tepat |
|---|---|
| Aset di bawah Rp25 miliar | Rapikan laporan keuangan dan pajak dulu |
| Aset Rp25 miliar ke atas | Siap dibawa ke segmen kredit komersial bank |
| Aset bersih di atas Rp50 miliar berturut-turut | Mulai relevan untuk investor institusi dan IPO |
Untuk usaha dengan aset di bawah Rp25 miliar, hitungan di atas lebih akurat jika laporan keuangan sudah rapi. Cari akuntan atau KJA yang cocok lewat Cari Akuntan.
Bagaimana Tim FA Indonesia Membantu
Tim FA Indonesia membantu menghitung kapasitas pinjaman dengan data laporan keuangan dan rekening Anda, lalu menyusun struktur kredit yang masuk akal melalui layanan konsultan kredit bank. Keputusan plafon tetap ada di bank.
Coba Cek Kredit gratis untuk mendapat gambaran awal. Jika hasilnya ingin dibahas lebih dalam, hubungi tim FA Indonesia lewat WhatsApp.
Pertanyaan Umum
Bagaimana cara menghitung pinjaman bank yang aman?
Hitung kas operasi per bulan, bagi dengan patokan DSCR yang memberi ruang aman, kurangi cicilan lama, lalu ubah sisa ruang cicilan menjadi plafon dengan tenor dan bunga.
Berapa DSCR yang diminta bank?
Bank umumnya ingin DSCR di atas 1 dengan ruang cadangan. Patokan pastinya berbeda tiap bank dan jenis usaha.
Apakah nilai agunan menentukan besar pinjaman?
Agunan ikut dinilai, tetapi kemampuan bayar dari arus kas biasanya menjadi batas utama plafon.
Apa yang dilakukan jika kebutuhan dana melebihi kemampuan bayar?
Pilihannya antara lain memperpanjang tenor, mengurangi plafon, menambah modal sendiri atau investor, atau meningkatkan kas operasi lebih dulu.
Baca Juga
- DSCR Adalah: Cara Menghitung
- Rasio Keuangan yang Dilihat Bank
- Agunan Kredit Perusahaan dan Plafon
- Cara Mendapatkan Pinjaman Bank untuk Usaha

Penulis
Dr. (C) Ananta W. Sasongko, S.E., M.S.A., Ak., CPA, CTT, FMVA, FPAP
CFO dan Direktur Keuangan, ex-EY. Certified Public Accountant (IAPI), FMVA® dan FPAP™ (CFI). Kandidat doktor ilmu akuntansi.