Ekosistem FA:FA Indonesia Kredit, Investor, IPOCari Akuntan KAP, KJA, PajakUpdate SAK Standar Akuntansi
Logo FA Indonesia Logo FA Indonesia FA Indonesia FA Indonesia

Eksplor · Investor & IPO

IHSG Turun, Investor Makin Selektif: Yang Harus Disiapkan Perusahaan Privat Sebelum Cari Investor

Oleh Dr. (C) Ananta W. Sasongko, S.E., M.S.A., Ak., CPA, CTT, FMVA, FPAP · 3 November 2026 · 7 menit baca

Pertanyaan "kenapa IHSG turun" sedang banyak dicari. Indeks bursa memang sedang melemah dalam beberapa pekan terakhir. Bagi pemilik perusahaan privat yang sedang mencari investor, pergerakan pasar saham ini terasa tidak langsung tetapi nyata: investor menjadi lebih selektif, proses due diligence lebih panjang, dan angka valuasi lebih konservatif.

Tulisan ini tidak membahas arah pasar. Fokusnya adalah apa yang bisa disiapkan perusahaan supaya tetap layak dibicarakan ketika investor sedang berhati-hati.

Kenapa Valuasi Makin Konservatif Saat Pasar Turun

Investor ekuitas swasta dan investor strategis membandingkan harga perusahaan privat dengan perusahaan sejenis yang tercatat di bursa. Ketika harga saham turun, beberapa hal ikut bergeser:

Multiple Pembanding TurunKelipatan EV/EBITDA perusahaan tercatat yang dijadikan acuan ikut turun, sehingga nilai perusahaan privat yang dihitung dengan metode pasar juga turun.
Tingkat Diskonto NaikPersepsi risiko yang lebih tinggi menaikkan biaya modal. Dalam metode DCF, arus kas masa depan yang sama menghasilkan nilai kini yang lebih kecil.
Jalur Keluar Lebih JauhInvestor yang berencana keluar lewat IPO melihat jendela pencatatan lebih tidak pasti, lalu meminta harga masuk yang lebih rendah atau perlindungan tambahan.
Modal Lebih DijagaDana yang tersedia diprioritaskan untuk perusahaan dengan data paling rapi dan risiko paling mudah diukur.

Akibatnya, perusahaan dengan kinerja sama bisa mendapat penawaran yang berbeda jauh hanya karena kualitas datanya berbeda.

Data yang Dicek Investor

AreaYang Diminta InvestorKenapa Penting
Laporan Keuangan AuditDua sampai tiga tahun, diaudit KAP, sebaiknya dengan opini wajar tanpa pengecualianMenjadi dasar semua angka lain dalam negosiasi
EBITDA NormalisasiEBITDA setelah dikoreksi pos sekali terjadi, gaji pemilik yang tidak wajar, dan transaksi pihak berelasiDasar perhitungan multiple dan harga
Arus KasArus kas operasi, kebutuhan modal kerja, dan belanja modal rutinMenunjukkan apakah laba benar-benar menjadi kas
Utang dan KomitmenJadwal utang, covenant, jaminan pribadi pemilik, dan kontrak materialMemengaruhi nilai ekuitas yang tersisa untuk pemegang saham
Tata KelolaStruktur organ perseroan, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, kebijakan pihak berelasiMengukur risiko setelah investor masuk

Daftar dokumen yang lebih rinci ada di artikel due diligence investor yang perlu disiapkan.

Menyiapkan Valuasi yang Bisa Dipertahankan

Di pasar yang sedang turun, angka valuasi yang terlalu optimistis justru menghentikan pembicaraan lebih awal. Pendekatan yang lebih berguna adalah menyiapkan rentang nilai dengan asumsi yang jelas, sehingga negosiasi bergerak di atas data, bukan perasaan.

  1. Rapikan Angka HistorisPastikan laporan keuangan konsisten dengan SPT dan pembukuan, lalu susun koreksi normalisasi EBITDA.
  2. Susun Proyeksi RealistisProyeksi tiga sampai lima tahun dengan asumsi pertumbuhan yang bisa dijelaskan dari data historis.
  3. Hitung Beberapa MetodeDCF dan multiple pembanding, lalu bandingkan hasilnya dalam rentang.
  4. Uji SensitivitasLihat dampak perubahan tingkat diskonto dan pertumbuhan terhadap nilai.
  5. Siapkan Data RoomDokumen tersusun rapi sebelum investor pertama meminta.

Simulasi awal bisa dilakukan dengan Kalkulator Valuasi DCF. Untuk penilaian yang akan dipakai dalam negosiasi atau transaksi, tim kami mendampingi lewat Jasa Valuasi Usaha, dan bila diperlukan laporan penilaian resmi, dikerjakan oleh KJPP. Perusahaan yang sudah siap juga dapat diperkenalkan kepada investor melalui halaman peluang investasi dan target akuisisi, setelah pemilik setuju dan NDA berjalan.

Opsi Pendanaan Alternatif

Bila kebutuhannya modal kerja atau investasi dengan arus kas yang bisa diprediksi, kredit bank sering lebih masuk akal daripada menjual saham di valuasi rendah. Pemilik tetap memegang kendali, dan pembicaraan dengan investor bisa ditunda sampai kondisi lebih baik.

  • Kredit modal kerja untuk kontrak atau pesanan yang sudah ada.
  • Kredit investasi untuk mesin, gedung, atau cabang baru.
  • Kombinasi: kredit bank sekarang, lalu ekuitas setelah kinerja dan pasar membaik.

Pertimbangan memilih antara investor dan bank dibahas di modal usaha dari investor atau bank, dan pendampingan pengajuan kredit ada di Konsultan Kredit Bank. Keputusan akhir tetap ada di investor atau bank, tetapi data yang rapi membuat perusahaan lebih mudah dinilai dengan adil.

Pertanyaan Umum

Apakah IHSG turun memengaruhi valuasi perusahaan yang tidak tercatat di bursa?

Secara tidak langsung, ya. Investor memakai perusahaan tercatat sebagai pembanding, dan persepsi risiko yang lebih tinggi menaikkan tingkat diskonto, sehingga nilai perusahaan privat cenderung dihitung lebih konservatif.

Apa itu EBITDA normalisasi?

EBITDA yang sudah dikoreksi pos sekali terjadi, biaya atau gaji pemilik yang tidak wajar, dan transaksi pihak berelasi yang tidak setara harga pasar, sehingga mencerminkan kemampuan laba usaha yang berulang.

Apakah sebaiknya menunda cari investor saat pasar turun?

Tergantung kebutuhan dana. Bila kebutuhannya bisa dipenuhi kredit bank, menunda penjualan saham dapat menghindari valuasi rendah. Waktu tunda itu bisa dipakai untuk merapikan laporan audit dan tata kelola.

Berapa tahun laporan keuangan audit yang biasanya diminta investor?

Umumnya dua sampai tiga tahun terakhir, ditambah laporan interim tahun berjalan bila prosesnya berlangsung di tengah tahun.

Baca Juga

Cek Kredit dan Pendanaan Gratis untuk Perusahaan

Hitung DSCR, plafon kredit per suku bunga dan tenor, serta jalur IPO BEI dalam 3 menit.

Mulai Hitung KAP Murah, Apakah Bijak?
Dr. (C) Ananta W. Sasongko, S.E., M.S.A., Ak., CPA, CTT, FMVA, FPAP

Penulis

Dr. (C) Ananta W. Sasongko, S.E., M.S.A., Ak., CPA, CTT, FMVA, FPAP

CFO dan Direktur Keuangan, ex-EY. Certified Public Accountant (IAPI), FMVA® dan FPAP™ (CFI). Kandidat doktor ilmu akuntansi.

Mau Ajukan Kredit Bank atau Cari Investor?

Kami cek dulu rasio dan laporan keuangan perusahaan Anda, supaya pengajuan tidak ditolak dan biaya audit tidak terbuang. Diskusi awal gratis.

Konsultasi Kredit via WhatsAppLihat Layanan Kredit BankScreening Rasio Gratis

Artikel Lainnya

Investor & IPOChecklist Persiapan IPO: Yang Harus Beres Sebelum Penjamin Emisi MasukBaca SelengkapnyaInvestor & IPOCara Menghitung WACC dan Valuasi DCF Perusahaan di Indonesia: Contoh Langkah Demi LangkahBaca SelengkapnyaInvestor & IPOCara Menjual Perusahaan atau Sebagian Saham sampai ClosingBaca SelengkapnyaInvestor & IPOCara Investor Mencari Target Akuisisi & Peluang Investasi di IndonesiaBaca Selengkapnya
Logo KAP DHN & RekanKAP DHN & Rekan · Kantor Akuntan Publik Mitra, Terdaftar OJKChat WhatsApp
Logo KJA Farhani K.N.KJA Farhani K.N. · Kantor Jasa Akuntansi, Izin 232/KM.1PPPK/2020Chat WhatsApp