IHSG Turun, Investor Makin Selektif: Yang Harus Disiapkan Perusahaan Privat Sebelum Cari Investor
Pertanyaan "kenapa IHSG turun" sedang banyak dicari. Indeks bursa memang sedang melemah dalam beberapa pekan terakhir. Bagi pemilik perusahaan privat yang sedang mencari investor, pergerakan pasar saham ini terasa tidak langsung tetapi nyata: investor menjadi lebih selektif, proses due diligence lebih panjang, dan angka valuasi lebih konservatif.
Tulisan ini tidak membahas arah pasar. Fokusnya adalah apa yang bisa disiapkan perusahaan supaya tetap layak dibicarakan ketika investor sedang berhati-hati.
Kenapa Valuasi Makin Konservatif Saat Pasar Turun
Investor ekuitas swasta dan investor strategis membandingkan harga perusahaan privat dengan perusahaan sejenis yang tercatat di bursa. Ketika harga saham turun, beberapa hal ikut bergeser:
Akibatnya, perusahaan dengan kinerja sama bisa mendapat penawaran yang berbeda jauh hanya karena kualitas datanya berbeda.
Data yang Dicek Investor
| Area | Yang Diminta Investor | Kenapa Penting |
|---|---|---|
| Laporan Keuangan Audit | Dua sampai tiga tahun, diaudit KAP, sebaiknya dengan opini wajar tanpa pengecualian | Menjadi dasar semua angka lain dalam negosiasi |
| EBITDA Normalisasi | EBITDA setelah dikoreksi pos sekali terjadi, gaji pemilik yang tidak wajar, dan transaksi pihak berelasi | Dasar perhitungan multiple dan harga |
| Arus Kas | Arus kas operasi, kebutuhan modal kerja, dan belanja modal rutin | Menunjukkan apakah laba benar-benar menjadi kas |
| Utang dan Komitmen | Jadwal utang, covenant, jaminan pribadi pemilik, dan kontrak material | Memengaruhi nilai ekuitas yang tersisa untuk pemegang saham |
| Tata Kelola | Struktur organ perseroan, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, kebijakan pihak berelasi | Mengukur risiko setelah investor masuk |
Daftar dokumen yang lebih rinci ada di artikel due diligence investor yang perlu disiapkan.
Menyiapkan Valuasi yang Bisa Dipertahankan
Di pasar yang sedang turun, angka valuasi yang terlalu optimistis justru menghentikan pembicaraan lebih awal. Pendekatan yang lebih berguna adalah menyiapkan rentang nilai dengan asumsi yang jelas, sehingga negosiasi bergerak di atas data, bukan perasaan.
- Rapikan Angka HistorisPastikan laporan keuangan konsisten dengan SPT dan pembukuan, lalu susun koreksi normalisasi EBITDA.
- Susun Proyeksi RealistisProyeksi tiga sampai lima tahun dengan asumsi pertumbuhan yang bisa dijelaskan dari data historis.
- Hitung Beberapa MetodeDCF dan multiple pembanding, lalu bandingkan hasilnya dalam rentang.
- Uji SensitivitasLihat dampak perubahan tingkat diskonto dan pertumbuhan terhadap nilai.
- Siapkan Data RoomDokumen tersusun rapi sebelum investor pertama meminta.
Simulasi awal bisa dilakukan dengan Kalkulator Valuasi DCF. Untuk penilaian yang akan dipakai dalam negosiasi atau transaksi, tim kami mendampingi lewat Jasa Valuasi Usaha, dan bila diperlukan laporan penilaian resmi, dikerjakan oleh KJPP. Perusahaan yang sudah siap juga dapat diperkenalkan kepada investor melalui halaman peluang investasi dan target akuisisi, setelah pemilik setuju dan NDA berjalan.
Opsi Pendanaan Alternatif
Bila kebutuhannya modal kerja atau investasi dengan arus kas yang bisa diprediksi, kredit bank sering lebih masuk akal daripada menjual saham di valuasi rendah. Pemilik tetap memegang kendali, dan pembicaraan dengan investor bisa ditunda sampai kondisi lebih baik.
- Kredit modal kerja untuk kontrak atau pesanan yang sudah ada.
- Kredit investasi untuk mesin, gedung, atau cabang baru.
- Kombinasi: kredit bank sekarang, lalu ekuitas setelah kinerja dan pasar membaik.
Pertimbangan memilih antara investor dan bank dibahas di modal usaha dari investor atau bank, dan pendampingan pengajuan kredit ada di Konsultan Kredit Bank. Keputusan akhir tetap ada di investor atau bank, tetapi data yang rapi membuat perusahaan lebih mudah dinilai dengan adil.
Pertanyaan Umum
Apakah IHSG turun memengaruhi valuasi perusahaan yang tidak tercatat di bursa?
Secara tidak langsung, ya. Investor memakai perusahaan tercatat sebagai pembanding, dan persepsi risiko yang lebih tinggi menaikkan tingkat diskonto, sehingga nilai perusahaan privat cenderung dihitung lebih konservatif.
Apa itu EBITDA normalisasi?
EBITDA yang sudah dikoreksi pos sekali terjadi, biaya atau gaji pemilik yang tidak wajar, dan transaksi pihak berelasi yang tidak setara harga pasar, sehingga mencerminkan kemampuan laba usaha yang berulang.
Apakah sebaiknya menunda cari investor saat pasar turun?
Tergantung kebutuhan dana. Bila kebutuhannya bisa dipenuhi kredit bank, menunda penjualan saham dapat menghindari valuasi rendah. Waktu tunda itu bisa dipakai untuk merapikan laporan audit dan tata kelola.
Berapa tahun laporan keuangan audit yang biasanya diminta investor?
Umumnya dua sampai tiga tahun terakhir, ditambah laporan interim tahun berjalan bila prosesnya berlangsung di tengah tahun.
Baca Juga
- Jasa Valuasi Usaha
- Kalkulator Valuasi DCF
- Peluang Investasi dan Target Akuisisi
- Due Diligence Investor yang Perlu Disiapkan
- Valuasi Perusahaan Swasta: DCF dan Multiple EBITDA
- Modal Usaha dari Investor atau Bank
Cek Kredit dan Pendanaan Gratis untuk Perusahaan
Hitung DSCR, plafon kredit per suku bunga dan tenor, serta jalur IPO BEI dalam 3 menit.
Mulai Hitung KAP Murah, Apakah Bijak?
Penulis
Dr. (C) Ananta W. Sasongko, S.E., M.S.A., Ak., CPA, CTT, FMVA, FPAP
CFO dan Direktur Keuangan, ex-EY. Certified Public Accountant (IAPI), FMVA® dan FPAP™ (CFI). Kandidat doktor ilmu akuntansi.