Kenapa Pengajuan Kredit Usaha Lama Diproses dan Cara Mempercepatnya
Banyak pemilik usaha mengeluh: berkas sudah diserahkan, tetapi kabar dari bank tidak kunjung datang. Setiap minggu ada permintaan data baru. Rencana usaha pun ikut tertunda.
Proses kredit memang punya beberapa tahap. Namun sering kali yang membuat lama bukan banknya, melainkan persiapan di sisi perusahaan. Artikel ini menjelaskan penyebabnya dan cara mempercepatnya.
Tahapan Proses Kredit di Bank
Urutannya berbeda tiap bank, tetapi gambaran umumnya seperti ini:
| Tahap | Yang Dilakukan Bank | Yang Sering Bikin Lama |
|---|---|---|
| Pengumpulan berkas | Memeriksa kelengkapan dokumen | Berkas dikirim sepotong-sepotong |
| Analisis kredit | Membaca laporan keuangan, rekening koran, SLIK | Angka laporan tidak cocok dengan rekening dan SPT |
| Kunjungan dan penilaian agunan | Survei usaha dan menilai agunan | Dokumen agunan belum lengkap atau bermasalah |
| Komite kredit | Memutuskan plafon dan syarat | Ada pertanyaan yang belum terjawab dari tahap sebelumnya |
| Akad dan pencairan | Penandatanganan dan pemenuhan syarat cair | Syarat pencairan belum dipenuhi |
6 Penyebab Pengajuan Kredit Lama Diproses
- Berkas tidak lengkap. Analis harus menunggu, lalu meminta lagi.
- Data tidak saling cocok. Omzet di laporan keuangan berbeda jauh dengan uang masuk di rekening koran atau yang dilaporkan di SPT.
- Laporan keuangan baru dibuat. Laporan yang disusun mendadak biasanya penuh pertanyaan.
- Catatan SLIK bermasalah. Tunggakan kecil atas nama pengurus pun perlu dijelaskan. Baca SLIK OJK perusahaan dan pengurus.
- Agunan belum beres. Sertifikat masih atas nama pihak lain, izin bangunan belum ada, atau nilai agunan jauh di bawah plafon yang diminta.
- Plafon tidak sesuai kemampuan bayar. Bank perlu waktu menghitung ulang dan menawarkan struktur lain.
Perhatikan bahwa sebagian besar penyebab di atas ada di sisi perusahaan. Artinya, sebagian besar juga bisa diperbaiki sebelum berkas diserahkan.
Cara Mempercepat Proses Kredit
- Kirim satu paket lengkap sejak awal. Susun berkas per kelompok: legalitas, keuangan, usaha, agunan, pengurus.
- Cocokkan angka sebelum mengajukan. Buat rekonsiliasi sederhana antara laporan keuangan, rekening koran, dan SPT. Siapkan penjelasan jika ada selisih.
- Cek SLIK lebih dulu lewat iDebKu OJK, lalu bereskan catatan yang bermasalah.
- Siapkan proyeksi arus kas yang menunjukkan dari mana cicilan dibayar.
- Tunjuk satu orang penghubung yang paham data dan bisa menjawab cepat.
- Baca syarat pencairan sejak awal agar tidak tertahan setelah disetujui. Lihat cara mempercepat pencairan kredit.
Jika Pengajuan Sudah Terlanjur Tertahan
Jangan langsung menarik berkas dan pindah ke bank lain. Langkah yang lebih baik:
- Minta daftar tertulis dokumen atau penjelasan yang masih ditunggu analis.
- Kelompokkan permintaan itu: mana yang bisa dipenuhi minggu ini, mana yang butuh waktu lebih lama.
- Kirim jawaban sekaligus dalam satu paket, bukan satu per satu.
- Jika ada masalah yang sulit, misalnya agunan atas nama pihak lain, bicarakan terbuka dan tawarkan solusi.
- Tanyakan apakah struktur kredit perlu diubah, misalnya plafon diturunkan atau dibagi menjadi beberapa fasilitas.
Selama menunggu, tetap jaga rekening usaha tetap aktif dan lancar. Analis bisa meminta rekening koran terbaru sebelum komite, dan penurunan transaksi mendadak akan memunculkan pertanyaan baru.
Pindah bank di tengah jalan sering membuat proses mulai dari awal lagi. Masalah yang sama juga biasanya akan ditanyakan bank berikutnya. Jadi lebih efisien membereskan akar masalahnya lebih dulu.
Laporan keuangan yang disusun mengikuti standar terbaru juga mengurangi pertanyaan analis. Perubahan standar akuntansi bisa Anda pantau di Update SAK.
Ukuran Usaha dan Jalur Pengajuan
Pengajuan juga bisa lama karena perusahaan masuk ke jalur yang kurang tepat. Gambaran umumnya (kebijakan tiap bank berbeda):
| Posisi Usaha | Langkah yang Biasanya Tepat |
|---|---|
| Aset di bawah Rp25 miliar | Rapikan laporan keuangan dan pajak dulu |
| Aset Rp25 miliar ke atas | Siap dibawa ke segmen kredit komersial bank |
| Aset bersih di atas Rp50 miliar berturut-turut | Mulai relevan untuk investor institusi dan IPO |
Jika aset masih di bawah Rp25 miliar dan pembukuan belum rapi, merapikan laporan keuangan dulu sering kali justru jalan tercepat. Cari akuntan atau KJA yang cocok lewat Cari Akuntan.
Bagaimana Tim FA Indonesia Membantu
Tim FA Indonesia membantu perusahaan menyiapkan paket pengajuan yang lengkap dan konsisten, lalu mendampingi saat analis bertanya, melalui layanan konsultan kredit bank. Keputusan tetap di bank. Kami membantu agar waktu tidak habis untuk hal yang sebenarnya bisa disiapkan sejak awal.
Jika pengajuan Anda sedang tertahan, ceritakan posisinya kepada tim FA Indonesia lewat WhatsApp. Anda juga bisa mencoba Cek Kredit gratis untuk melihat apakah plafon yang diajukan sudah wajar.
Pertanyaan Umum
Berapa lama proses kredit usaha di bank?
Bergantung pada jenis kredit, besar plafon, dan kelengkapan berkas. Perusahaan yang datanya rapi dan konsisten biasanya lebih cepat melewati tahap analisis.
Kenapa bank terus meminta data tambahan?
Biasanya karena ada angka yang tidak cocok atau ada pertanyaan yang belum terjawab. Rekonsiliasi laporan keuangan, rekening koran, dan SPT sebelum mengajukan bisa mengurangi permintaan ini.
Apakah tunggakan kecil di SLIK pengurus berpengaruh?
Bisa. Bank memeriksa SLIK direktur dan pemegang saham. Tunggakan kecil sebaiknya dibereskan dan disiapkan bukti lunasnya.
Kredit sudah disetujui tetapi belum cair, kenapa?
Biasanya ada syarat pencairan yang belum dipenuhi, misalnya dokumen agunan, asuransi, atau dokumen proyek.
Baca Juga
- Prosedur Pengajuan Kredit Perusahaan ke Bank
- Undisbursed Loan: Cara Mempercepat Pencairan
- Alasan Kredit Bank Ditolak
- Cara Mendapatkan Pinjaman Bank untuk Usaha
Sumber

Penulis
Dr. (C) Ananta W. Sasongko, S.E., M.S.A., Ak., CPA, CTT, FMVA, FPAP
CFO dan Direktur Keuangan, ex-EY. Certified Public Accountant (IAPI), FMVA® dan FPAP™ (CFI). Kandidat doktor ilmu akuntansi.