Unit Cost iDRG: Clinical Pathway untuk Membaca Kasus yang Rugi
Di bawah sistem DRG, rumah sakit dibayar satu tarif per kelompok kasus, berapa pun biaya yang sebenarnya keluar. Karena itu pertanyaan terpenting bagi direksi bukan lagi "berapa pendapatan JKN bulan ini", melainkan "kelompok kasus mana yang biayanya di atas tarif, dan kenapa". Pertanyaan ini hanya bisa dijawab dengan dua alat: unit cost dan clinical pathway.
Artikel ini membahas cara menggabungkan keduanya untuk menyiapkan rumah sakit menghadapi iDRG, lengkap dengan tabel ilustrasi. Gambaran umum iDRG dan statusnya ada di iDRG pengganti INA-CBG.
Kenapa Unit Cost Makin Penting di Era iDRG
iDRG memecah kasus lebih rinci daripada INA-CBG, dengan lima tingkat keparahan. Akibatnya, rata-rata margin JKN seluruh rumah sakit bisa terlihat aman, padahal beberapa kelompok kasus rugi dan ditutup kelompok lain. Begitu struktur kelompok dan tarif berubah, subsidi silang yang tidak disadari ini bisa hilang.
Regulasi juga menempatkan unit cost sebagai pertimbangan. Permenkes 6 Tahun 2026 tentang Rumah Sakit menyebut unit cost pelayanan sebagai salah satu hal yang dipertimbangkan dalam penetapan tarif rumah sakit, di samping kemampuan bayar pasien dan mekanisme pembiayaan. Untuk pasien JKN, tarif tetap mengacu standar tarif yang ditetapkan Menteri, sehingga unit cost dipakai untuk mengelola biaya, bukan untuk menetapkan harga.
Langkah 1: Unit Cost per Layanan
Dasarnya adalah unit cost per layanan: satu hari rawat per kelas atau ruang KRIS, satu jam kamar operasi, satu pemeriksaan laboratorium, satu kunjungan poliklinik. Biaya unit penunjang (administrasi, gizi, laundry, CSSD, IPSRS) dialokasikan ke unit produksi, umumnya dengan metode distribusi ganda (double distribution). Untuk tindakan yang variasinya tinggi, activity-based costing memberi hasil lebih akurat, misalnya membebankan biaya kamar operasi berdasarkan durasi pemakaian.
Langkah teknisnya sudah kami bahas di cara menghitung unit cost rumah sakit. Satu catatan untuk iDRG: pisahkan biaya tetap dan biaya variabel sejak awal, karena keduanya dipakai untuk keputusan yang berbeda.
Langkah 2: Biaya per Episode Berdasarkan Clinical Pathway
Tarif DRG dibayar per episode perawatan, jadi unit cost perlu dirakit menjadi biaya per episode. Clinical pathway menyediakan resepnya: berapa hari rawat standar, tindakan apa, obat dan BMHP apa, pemeriksaan penunjang apa. Setiap komponen dikalikan unit cost-nya.
Contoh Biaya Standar Satu Episode (Ilustrasi)
Ilustrasi berikut memakai angka asumsi untuk sectio caesarea tanpa komplikasi di rumah sakit tipe menengah. Angka tidak mewakili rumah sakit tertentu.
| Komponen Sesuai Clinical Pathway | Kuantitas Standar | Unit Cost (Ilustrasi) | Biaya |
|---|---|---|---|
| Rawat inap ruang KRIS | 3 hari | Rp600.000 per hari | Rp1.800.000 |
| Kamar operasi | 1,5 jam | Rp1.840.000 per jam | Rp2.760.000 |
| Jasa medis operator dan anestesi | 1 paket | Rp1.500.000 | Rp1.500.000 |
| Obat dan BMHP sesuai formularium | 1 paket | Rp1.100.000 | Rp1.100.000 |
| Laboratorium | 2 pemeriksaan | Rp150.000 | Rp300.000 |
| Visite dokter | 3 kali | Rp100.000 | Rp300.000 |
| Biaya standar per episode | Rp7.760.000 |
Dalam ilustrasi ini, data SIMRS menunjukkan rata-rata lama rawat aktual 4,2 hari dan pemakaian antibiotik di luar formularium. Biaya aktual per episode menjadi sekitar Rp8,9 juta: tambahan 1,2 hari rawat (Rp720.000) dan tambahan obat (Rp420.000). Selisih inilah yang dikejar, bukan tarifnya.
Langkah 3: Bandingkan per Kelompok Kasus
Setelah biaya standar dan biaya aktual tersedia untuk diagnosis bervolume tinggi, bandingkan dengan tarif. Selama tarif iDRG final belum terbit sebagai regulasi, pakai tarif INA-CBG yang berlaku dan beberapa skenario tarif iDRG sebagai simulasi.
Ilustrasi Peta Margin per Kelompok Kasus
Tabel berikut adalah ilustrasi satu bulan dengan angka asumsi, dalam jutaan rupiah. Tarif simulasi bukan tarif iDRG resmi.
| Kelompok Kasus (Ilustrasi) | Volume | Biaya Standar per Episode | Biaya Aktual per Episode | Tarif Simulasi | Selisih Aktual vs Tarif | Dampak Total |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Sectio caesarea, kompleksitas rendah | 40 | 7,76 | 8,90 | 8,20 | -0,70 | -28 |
| Persalinan normal | 60 | 3,10 | 3,30 | 3,60 | +0,30 | +18 |
| Pneumonia, kompleksitas sedang | 30 | 6,20 | 7,40 | 6,90 | -0,50 | -15 |
| Pneumonia, kompleksitas berat | 10 | 11,50 | 12,00 | 13,80 | +1,80 | +18 |
| Demam berdarah ringan | 80 | 2,60 | 2,90 | 3,10 | +0,20 | +16 |
| Jumlah | +9 |
Cara membacanya:
- Sectio caesarea rugi karena biaya aktual jauh di atas biaya standar. Kalau pathway dipatuhi, biaya Rp7,76 juta masih di bawah tarif simulasi Rp8,2 juta. Masalahnya ada di lama rawat dan obat, bukan di tarif.
- Pneumonia kompleksitas sedang rugi, sementara kompleksitas berat untung. Periksa apakah sebagian pasien sebenarnya punya komorbiditas yang tidak terdokumentasi, sehingga terkelompok terlalu rendah. Perbaikannya ada di dokumentasi DPJP dan koding yang akurat, bukan menaikkan kode tanpa dasar klinis.
- Total masih positif, tetapi tipis. Perubahan kecil pada struktur tarif bisa membalik hasilnya, sehingga simulasi perlu diulang setiap ada rilis tarif baru.
Langkah 4: Putuskan dengan Contribution Margin
Biaya per episode memuat biaya tetap: gedung, penyusutan alat, gaji pegawai tetap. Biaya ini tidak hilang walaupun kasus tertentu dikurangi. Selama tarif masih di atas biaya variabel (obat, BMHP, jasa medis per tindakan), kasus itu tetap menyumbang untuk menutup biaya tetap. Menolak kasus yang "rugi" tanpa analisis ini justru bisa memperbesar kerugian. Pembahasan lebih lengkap ada di unit cost vs tarif INA-CBG.
Kesalahan Umum Saat Menghitung Unit Cost untuk iDRG
- Memakai rata-rata biaya semua pasien rawat inap, bukan biaya per episode per kelompok kasus.
- Clinical pathway disusun tanpa data biaya, sehingga tidak bisa dipakai untuk kendali biaya.
- Penyusutan gedung dan alat tidak masuk karena aset dicatat di perusahaan lain milik pemilik.
- Unit cost rawat inap tidak dibedakan setelah ruang dikonversi ke standar KRIS, padahal luas ruangan, jumlah tempat tidur, dan fasilitasnya berubah.
- Model dibuat sekali lalu tidak di-update ketika tarif, gaji, atau harga obat berubah.
Siapa Mengerjakan Apa
Isi klinis clinical pathway adalah wewenang komite medik dan DPJP. Koding dikerjakan koder bersertifikat. Bagian keuangan, dibantu konsultan unit cost rumah sakit bila perlu, menyediakan unit cost, biaya standar per pathway, dan laporan selisih biaya bulanan. Pembagian ini membuat diskusi dengan dokter berbasis data, bukan saling menyalahkan. Gambaran lingkup kerja konsultan untuk persiapan iDRG ada di konsultan iDRG rumah sakit.
Bagaimana FA Indonesia Membantu
FA Indonesia membantu rumah sakit swasta menyusun model unit cost dengan distribusi ganda dan activity-based costing, menghitung biaya standar per clinical pathway, dan memetakan margin per kelompok kasus untuk tarif INA-CBG yang berlaku maupun simulasi iDRG. Model diserahkan dalam bentuk yang bisa di-update tim internal. Setiap klien didampingi tim FA Indonesia. Detail layanannya ada di halaman konsultan unit cost rumah sakit.
Pertanyaan Umum
Kenapa unit cost penting untuk iDRG?
iDRG membayar satu tarif per kelompok kasus. Tanpa unit cost per episode, rumah sakit tidak tahu kelompok mana yang biayanya di atas tarif dan di mana sumber selisihnya.
Apa hubungan clinical pathway dengan unit cost?
Clinical pathway menetapkan komponen standar satu episode perawatan, seperti lama rawat, tindakan, obat, dan pemeriksaan. Setiap komponen dikalikan unit cost-nya untuk mendapat biaya standar per episode.
Metode unit cost apa yang dipakai rumah sakit?
Umumnya distribusi ganda untuk alokasi biaya unit penunjang, dan activity-based costing untuk tindakan yang variasinya tinggi seperti operasi.
Apakah kelompok kasus yang rugi sebaiknya dikurangi?
Belum tentu. Bila tarif masih di atas biaya variabel, kasus itu tetap menyumbang untuk menutup biaya tetap. Perbaiki dulu kepatuhan pathway dan kelengkapan dokumentasi.
Baca Juga
- Cara Menghitung Unit Cost Rumah Sakit: Distribusi Ganda dan Contoh
- Due Diligence Akuisisi Rumah Sakit Swasta: Area Kritis dan Checklist
- iDRG Pengganti INA-CBG: Status 2026 dan Persiapan Rumah Sakit
- Indikator Keuangan Rumah Sakit yang Dilihat Investor dan Bank
Sumber
- Permenkes Nomor 6 Tahun 2026 tentang Rumah Sakit (teks pada Pasal.id)
- InfoPublik: Tiga Reformasi JKN Mulai Diuji Coba di Empat Daerah (28 September 2026)
- Permenkes Nomor 3 Tahun 2023 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan Program JKN
Cek Kredit dan Pendanaan Gratis untuk Perusahaan
Hitung DSCR, plafon kredit per suku bunga dan tenor, serta jalur IPO BEI dalam 3 menit.
Mulai Hitung KAP Murah, Apakah Bijak?
Penulis
Ananta W. Sasongko, CPA, FMVA, FPAP
CFO dan Direktur Keuangan, ex-EY. Certified Public Accountant (IAPI), FMVA® dan FPAP™ (CFI). Kandidat doktor ilmu akuntansi.