FA Venus · Advanced Hospital Toolkit
Advanced BPJS Coding: Cek Kualitas Koding INA-CBG dan Kebocoran Klaim
Hitung berapa pendapatan RS yang bocor karena diagnosis sekunder tidak terkode, klaim pending, dan dispute, berapa kas yang tertahan, lalu cek kasus satu per satu: under-coding, over-coding, LOS menyimpang, dan kasus yang biayanya melebihi tarif. Gratis dicoba, data contoh sudah terisi.
Hasil Cek Koding dan Kebocoran Klaim
Rincian Kebocoran per Tahun
| Sumber | Nilai per Tahun | Keterangan |
|---|
Hasil Cek Kasus
| Kasus | Selisih Tarif dan Biaya | Temuan |
|---|
Temuan Utama
Laporan lengkap berisi peta kebocoran klaim, hasil cek kasus, prioritas perbaikan dokumentasi dan koding, serta rencana kerja tim casemix, dikirim tim FA Indonesia lewat WhatsApp. Alat ini skrining awal; kode final tetap ditetapkan koder dan DPJP sesuai pedoman INA-CBG dan hasil grouper E-Klaim.
Kenapa Kualitas Koding Menentukan Pendapatan RS
Diagnosis sekunder yang ditulis DPJP tetapi tidak dikode membuat kasus jatuh ke severity lebih rendah. Tarif klaim lebih kecil dari yang seharusnya, padahal layanannya sudah diberikan.
Kode tanpa dukungan rekam medis mudah menjadi temuan verifikator dan audit klaim. Akibatnya klaim pending, dispute, bahkan pengembalian dana. Yang dicari adalah koding yang akurat.
Setiap hari klaim tertahan berarti RS membiayai layanan dengan modal sendiri. Persentase pending kecil pun bisa setara miliaran rupiah kas yang tertahan sepanjang tahun.
Klaim Sering Pending atau Tarif Terasa Kecil?
Tim FA Indonesia bersama praktisi manajemen RS melakukan audit koding sampel, memetakan penyebab pending dan dispute, menyusun clinical pathway diagnosis terbanyak, dan menghitung dampaknya ke arus kas RS.
Pertanyaan Umum
Apakah alat ini menyarankan menaikkan kode supaya tarif lebih besar?
Tidak. Alat ini menandai dua arah: diagnosis sekunder yang didukung resume tetapi belum dikode, dan kode yang tidak didukung resume. Koding yang benar adalah koding yang sesuai dokumentasi klinis.
Dari mana angka selisih tarif severity?
Itu asumsi yang bisa Anda ubah. Gunakan selisih rata-rata tarif INA-CBG severity II terhadap I untuk kelompok kasus terbanyak di RS Anda sesuai regional dan kelas RS.
Apakah perlu data pasien?
Tidak. Cukup diagnosis utama, jumlah diagnosis sekunder, severity, LOS, tarif, dan biaya. Jangan memasukkan nama, nomor rekam medis, atau nomor kartu peserta.
Apakah data saya tersimpan?
Tidak. Semua perhitungan berjalan di browser Anda. Data hanya terkirim bila Anda menekan tombol WhatsApp.
Kalkulator dan Aplikasi FA Lainnya
Semua gratis dipakai di browser, tanpa instal, tanpa kartu kredit.
Hub: Kalkulator Pajak · Kalkulator Keuangan · Aplikasi Akuntansi Gratis · Aplikasi Audit untuk KAP · Semua FA Apps · Panduan FA Galaxy

