Kredit Bank untuk Klinik, Dental, dan Kecantikan: Syarat dan Proyeksi Cabang Baru
Klinik pratama, klinik gigi, dan klinik kecantikan yang sudah berjalan baik biasanya ingin membuka cabang baru. Kebutuhan dananya jelas: renovasi, alat medis, sewa tempat, dan modal kerja beberapa bulan pertama. Namun ketika mengajukan kredit, banyak pemilik klinik kesulitan menunjukkan kepada bank bahwa cabang baru akan menghasilkan arus kas yang cukup untuk membayar angsuran.
Artikel ini membahas apa yang umumnya dilihat bank dari usaha klinik, cara menyusun proyeksi cabang baru, dan dokumen yang perlu disiapkan.
Unit Economics per Cabang
Bank tidak hanya melihat total omzet grup klinik. Yang lebih meyakinkan adalah bukti bahwa satu cabang bisa untung secara mandiri. Komponen yang perlu dihitung per cabang:
- Jumlah kunjungan per hari dan rata-rata pendapatan per kunjungan.
- Bauran layanan: konsultasi, tindakan, produk, dan paket perawatan.
- Biaya langsung: bahan habis pakai, jasa dokter atau bagi hasil, dan produk.
- Biaya tetap: sewa, gaji staf non medis, listrik, dan pemasaran.
- Titik impas bulanan dan waktu untuk mencapainya.
Penetapan tarif sangat memengaruhi margin. Pembahasannya ada di artikel menghitung tarif layanan klinik dan rumah sakit.
Proyeksi dan Payback Cabang Baru
Proyeksi cabang baru sebaiknya memakai data cabang yang sudah berjalan sebagai dasar, bukan asumsi ideal. Bank umumnya ingin melihat masa ramp up yang realistis, karena kunjungan di bulan-bulan awal biasanya belum penuh.
| Komponen Proyeksi | Yang Perlu Ditunjukkan |
|---|---|
| Investasi awal | Renovasi, alat medis, perizinan, dan modal kerja awal secara rinci |
| Ramp up kunjungan | Asumsi kenaikan pasien per bulan, dibandingkan cabang lama |
| Arus kas operasional | Laba sebelum penyusutan setelah seluruh biaya tetap |
| Kapasitas bayar | Rasio arus kas terhadap angsuran pokok dan bunga |
| Payback | Waktu pengembalian investasi dari arus kas cabang |
Jika payback cabang lebih panjang dari tenor kredit yang diajukan, angsuran harus ditopang cabang lain. Itu perlu dijelaskan secara terbuka. Hitung kapasitas bayar dengan kalkulator DSCR.
Sewa Tempat dan PSAK 116
Sebagian besar klinik menyewa ruko atau ruang di pusat perbelanjaan. Berdasarkan PSAK 116, sewa jangka panjang umumnya dicatat penyewa sebagai aset hak guna dan liabilitas sewa, kecuali sewa jangka pendek atau aset bernilai rendah. Akibatnya, total liabilitas terlihat lebih besar, dan bank akan membaca rasio utang dengan memperhitungkan komitmen sewa tersebut. Lebih baik pencatatan ini rapi sejak awal daripada dipertanyakan saat analisis kredit.
Alat Medis, Izin, dan Agunan
- Alat medis: siapkan penawaran harga, spesifikasi, dan umur ekonomis. Alat tertentu bisa dibiayai dengan skema kredit investasi atau sewa pembiayaan, dan nilai likuidasinya biasanya lebih rendah dari harga beli.
- Perizinan: bank akan menanyakan izin operasional klinik yang sudah dimiliki dan rencana pengurusan izin cabang baru. Keterlambatan izin berarti keterlambatan pendapatan.
- Tenaga medis: komitmen dokter dan tenaga kesehatan untuk cabang baru memperkuat asumsi kunjungan.
- Agunan: karena tempat umumnya sewa, agunan tambahan berupa properti pemilik sering diminta.
Dokumen yang Umumnya Diminta Bank
- Legalitas badan usaha, izin operasional klinik, dan izin praktik tenaga medis.
- Laporan keuangan dua sampai tiga tahun terakhir serta laporan interim terbaru.
- Rekening koran beberapa bulan terakhir untuk mencocokkan omzet.
- Data kunjungan pasien per cabang dan per bulan.
- Perjanjian sewa tempat beserta jangka waktunya.
- Rencana anggaran biaya cabang baru dan penawaran alat medis.
- SLIK perusahaan, pengurus, dan pemegang saham.
Kesesuaian antara omzet di laporan keuangan, rekening koran, dan data kunjungan sangat menentukan. Selisih yang besar tanpa penjelasan biasanya menjadi pertanyaan pertama analis kredit. Panduan lengkapnya ada di artikel laporan keuangan untuk kredit bank.
Laporan Keuangan Terpisah per Cabang
Klinik yang ingin tumbuh sebaiknya memiliki laporan laba rugi per cabang, bukan hanya laporan gabungan. Dengan laporan per cabang, bank bisa melihat cabang mana yang menopang dan mana yang masih merugi. Biaya pusat seperti manajemen dan pemasaran bersama sebaiknya dialokasikan dengan dasar yang jelas agar laba per cabang tidak terlihat lebih baik dari kenyataan. Ini juga fondasi tata kelola jika suatu saat klinik berkembang menjadi rumah sakit, seperti dibahas di artikel tata kelola keuangan klinik menjadi rumah sakit.
Sebagai gambaran umum, grup klinik dengan aset di bawah Rp25 miliar sebaiknya merapikan laporan keuangan dulu, misalnya melalui screening akuntan. Grup dengan aset Rp25 miliar ke atas umumnya cocok untuk segmen kredit komersial, dan jika aset bersih sudah di atas Rp50 miliar berturut-turut, opsi investor institusi mulai relevan. Kebijakan setiap bank dan investor tetap berbeda.
Setiap perusahaan punya kondisi yang berbeda, jadi gambaran di atas perlu disesuaikan dengan angka Anda sendiri. Silakan ceritakan kondisi perusahaan Anda kepada tim FA Indonesia. Diskusi awal gratis, dan kami akan membantu memetakan langkah yang paling masuk akal sebelum Anda bertemu bank.
Pertanyaan Umum
Apa yang paling dilihat bank dari klinik yang ingin buka cabang?
Bukti bahwa cabang yang sudah ada menguntungkan secara mandiri, proyeksi cabang baru yang realistis, dan kapasitas bayar angsuran.
Apakah sewa ruko klinik memengaruhi analisis kredit?
Ya. Berdasarkan PSAK 116, sewa jangka panjang umumnya dicatat sebagai aset hak guna dan liabilitas sewa, sehingga memengaruhi rasio utang.
Apakah alat medis bisa dijadikan agunan?
Bisa, umumnya dengan fidusia, tetapi nilai likuidasinya biasanya jauh di bawah harga beli sehingga bank sering meminta agunan tambahan.
Mengapa perlu laporan keuangan per cabang?
Agar bank dan manajemen bisa melihat kinerja tiap cabang, menilai payback, dan memastikan cabang baru tidak membebani cabang lama.
Apakah klinik kecantikan bisa mendapat kredit bank?
Bisa, selama legalitas, izin, laporan keuangan, dan arus kasnya meyakinkan. Keputusan tetap mengikuti kebijakan masing-masing bank.
Baca Juga
- Tata Kelola Keuangan Klinik Menjadi Rumah Sakit
- Menghitung Tarif Layanan Klinik dan Rumah Sakit
- Rasio Keuangan yang Dilihat Bank
- Cek Kapasitas Kredit
Sumber
- Discussion Paper Post Implementation Review PSAK 116 (IAI)
- POJK Nomor 40/POJK.03/2019 tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum (OJK)

Penulis
Dr. (C) Ananta W. Sasongko, S.E., M.S.A., Ak., CPA, CTT, FMVA, FPAP
CFO dan Direktur Keuangan, ex-EY. Certified Public Accountant (IAPI), FMVA® dan FPAP™ (CFI). Kandidat doktor ilmu akuntansi.