Ekosistem FA:FA Indonesia Kredit, Investor, IPOCari Akuntan KAP, KJA, PajakUpdate SAK Standar Akuntansi
Logo FA Indonesia Logo FA Indonesia FA Indonesia FA Indonesia

Eksplor · Laporan Keuangan

Cara Memisahkan Uang Pribadi dan Uang Perusahaan agar Bank Percaya

Oleh Dr. (C) Ananta W. Sasongko, S.E., M.S.A., Ak., CPA, CTT, FMVA, FPAP · 30 Oktober 2026 · 5 menit baca

Di banyak usaha keluarga, rekening pemilik dan rekening usaha adalah rekening yang sama. Belanja rumah tangga dibayar dari uang toko. Tagihan usaha dibayar dari tabungan pribadi. Semua terasa wajar karena uangnya toh milik sendiri.

Bagi bank, kebiasaan ini membuat usaha sulit dinilai. Artikel ini menjelaskan alasannya dan langkah memisahkannya.

Kenapa Bank Peduli Uang Pribadi dan Uang Perusahaan

Analis kredit ingin tahu berapa uang yang benar-benar dihasilkan usaha. Jika rekening tercampur, ada tiga masalah:

  • Omzet tidak jelas. Uang masuk bisa berasal dari penjualan, bisa juga dari transfer keluarga.
  • Biaya membengkak. Pengeluaran pribadi tercatat sebagai beban usaha sehingga laba terlihat kecil.
  • Arus kas sulit dihitung. Bank tidak bisa memastikan berapa cicilan yang sanggup dibayar.

Hasilnya, plafon bisa lebih kecil dari kemampuan usaha yang sebenarnya, atau analis meminta banyak penjelasan tambahan.

7 Langkah Memisahkan Uang Pribadi dan Perusahaan

  1. Buka rekening atas nama usaha. Untuk PT atau CV, rekening atas nama badan usaha, bukan atas nama pemilik.
  2. Arahkan semua penerimaan usaha ke rekening itu. Termasuk pembayaran QRIS, EDC, dan transfer pelanggan.
  3. Bayar semua biaya usaha dari rekening itu. Gaji, sewa, pemasok, dan pajak.
  4. Tetapkan gaji pemilik. Pemilik yang bekerja di usaha menerima gaji tetap setiap bulan, lalu belanja pribadi dari rekening pribadi.
  5. Catat setiap pengambilan uang oleh pemilik. Jangan dibiarkan tanpa catatan.
  6. Buat perjanjian tertulis jika pemilik meminjamkan uang ke usaha. Catat sebagai utang kepada pemegang saham.
  7. Tutup buku setiap bulan. Cocokkan saldo rekening usaha dengan catatan.

Tips Agar Tetap Disiplin

  • Jangan membawa kartu debit rekening usaha untuk belanja pribadi.
  • Jika terpaksa memakai uang usaha untuk keperluan pribadi, catat hari itu juga dan kembalikan sesuai kesepakatan.
  • Minta staf keuangan menolak pembayaran pribadi dari kas usaha tanpa catatan.
  • Review rekening usaha bersama akuntan setiap akhir bulan.

Disiplin ini terasa merepotkan di awal. Setelah dua sampai tiga bulan, biasanya justru memudahkan pemilik melihat untung usaha yang sebenarnya.

Contoh Pencatatan yang Benar

Tabel berikut memakai contoh dummy untuk usaha berbentuk PT.

KejadianYang Sering TerjadiPencatatan yang Lebih Tepat
Pemilik ambil uang usaha untuk biaya sekolah anakDicatat sebagai beban usahaPiutang kepada pemegang saham, atau dividen jika sudah diputuskan RUPS
Pemilik bayar tagihan pemasok dari rekening pribadiTidak dicatatUtang usaha lunas, timbul utang kepada pemegang saham
Pemilik bekerja sebagai direkturTidak digaji, ambil uang kapan sajaBeban gaji direksi setiap bulan sesuai keputusan
Mobil keluarga dibeli dengan uang usahaDicatat sebagai aset usahaDijelaskan peruntukannya, bukan aset produktif jika dipakai pribadi

Untuk CV atau usaha perorangan, pengambilan pribadi oleh pemilik biasanya dicatat sebagai prive. Transaksi dengan pemilik dan keluarga juga termasuk transaksi pihak berelasi yang perlu diungkapkan sesuai PSAK 224. Penjelasan standar terkait bisa Anda baca di Update SAK.

Membereskan Transaksi Campur yang Sudah Terjadi

Jika bertahun-tahun sudah tercampur, jangan panik. Langkahnya:

  • Tarik rekening koran semua rekening yang dipakai untuk usaha.
  • Tandai setiap transaksi: usaha atau pribadi.
  • Hitung saldo bersih antara pemilik dan usaha, lalu catat sebagai piutang atau utang pemegang saham.
  • Mulai bulan berikutnya, jalankan tujuh langkah di atas dengan disiplin.

Jika saldo bersih menunjukkan pemilik berutang cukup besar kepada perusahaan, sepakati cara penyelesaiannya. Misalnya dicicil, dikompensasi dengan dividen yang diputuskan RUPS, atau diselesaikan dengan cara lain yang dicatat dengan jelas. Bank akan bertanya soal saldo ini, jadi siapkan penjelasannya.

Bank biasanya ingin melihat beberapa bulan rekening usaha yang sudah bersih sebelum mengajukan kredit besar. Sebagai gambaran umum, posisi usaha juga menentukan langkah berikutnya:

Posisi UsahaLangkah yang Biasanya Tepat
Aset di bawah Rp25 miliarRapikan laporan keuangan dan pajak dulu
Aset Rp25 miliar ke atasSiap dibawa ke segmen kredit komersial bank
Aset bersih di atas Rp50 miliar berturut-turutMulai relevan untuk investor institusi dan IPO

Untuk usaha dengan aset di bawah Rp25 miliar, merapikan pembukuan adalah prioritas. Anda bisa mencari akuntan atau KJA lewat Cari Akuntan.

Bagaimana Tim FA Indonesia Membantu

Tim FA Indonesia bersama mitra KJA membantu memilah transaksi campur, menyusun ulang saldo dengan pemilik, dan menyiapkan laporan keuangan yang bisa dipakai untuk bank, melalui layanan jasa penyusunan laporan keuangan. Setelah rapi, kami bisa melanjutkan ke pendampingan kredit bank.

Mulai dengan Cek Kredit gratis, lalu ceritakan kondisi rekening usaha Anda kepada tim FA Indonesia lewat WhatsApp.

Pertanyaan Umum

Kenapa uang pribadi dan perusahaan harus dipisah?

Agar omzet, biaya, dan arus kas usaha bisa dihitung dengan jelas. Bank memakai angka itu untuk menentukan plafon dan kemampuan bayar.

Bagaimana mencatat uang perusahaan yang dipakai pemilik?

Untuk PT, dicatat sebagai piutang kepada pemegang saham atau dividen jika sudah diputuskan. Untuk CV atau perorangan, umumnya dicatat sebagai prive.

Apakah pemilik boleh digaji oleh perusahaannya sendiri?

Boleh, jika pemilik bekerja sebagai pengurus. Gaji tetap membuat pengeluaran pribadi tidak lagi diambil langsung dari kas usaha.

Rekening sudah tercampur bertahun-tahun, apa yang harus dilakukan?

Tandai transaksi usaha dan pribadi dari rekening koran, hitung saldo bersih dengan pemilik, lalu mulai disiplin memakai rekening usaha terpisah.

Baca Juga

Dr. (C) Ananta W. Sasongko, S.E., M.S.A., Ak., CPA, CTT, FMVA, FPAP

Penulis

Dr. (C) Ananta W. Sasongko, S.E., M.S.A., Ak., CPA, CTT, FMVA, FPAP

CFO dan Direktur Keuangan, ex-EY. Certified Public Accountant (IAPI), FMVA® dan FPAP™ (CFI). Kandidat doktor ilmu akuntansi.

Mau Ajukan Kredit Bank atau Cari Investor?

Kami cek dulu rasio dan laporan keuangan perusahaan Anda, supaya pengajuan tidak ditolak dan biaya audit tidak terbuang. Diskusi awal gratis.

Konsultasi Kredit via WhatsAppLihat Layanan Kredit BankScreening Rasio Gratis

Artikel Lainnya

Laporan KeuanganLaporan Keuangan Berantakan: Cara Merapikan dalam 30 HariBaca SelengkapnyaLaporan KeuanganContoh Laporan Keuangan UMKM Sederhana Sesuai SAK EMKMBaca SelengkapnyaLaporan KeuanganSAK EMKM vs SAK EP: Perbedaan dan Mana yang Harus DipakaiBaca SelengkapnyaPSAK & SAK TerbaruAmendemen PSAK 221: Penjabaran ke Mata Uang Penyajian HiperinflasiBaca Selengkapnya