Rumah Sakit Putus Kerja Sama BPJS: Masih Bisa Dijual, dan Berapa Harganya?
Pemutusan kerja sama dengan BPJS Kesehatan biasanya membuat pemilik rumah sakit berpikir dua hal sekaligus: bagaimana menutup biaya operasional bulan depan, dan apakah RS ini masih laku dijual. Jawaban singkatnya, masih bisa. Yang berubah adalah cara pembeli menghitung harga dan cara transaksinya disusun.
Kenapa Kerja Sama BPJS Bisa Diputus
Dari kasus yang pernah diberitakan, penyebabnya biasanya masuk ke salah satu kelompok ini: syarat kredensial tidak terpenuhi (izin operasional atau akreditasi habis), pelanggaran isi perjanjian kerja sama, atau temuan kecurangan klaim. Ada juga RS yang memilih tidak memperpanjang sendiri karena alasan tarif.
Bagi pembeli, penyebab ini sangat menentukan. Akreditasi yang habis relatif mudah diperbaiki. Temuan klaim yang harus dikembalikan, apalagi yang diproses hukum, jauh lebih berat karena kewajibannya bisa ikut berpindah ke pemilik baru.
Bagaimana Pembeli Menghitung Harga RS yang Putus BPJS
Untuk RS yang sehat, harga umumnya dihitung dari kemampuan menghasilkan EBITDA dikali multiple, lalu dibandingkan dengan nilai aset. Begitu kerja sama BPJS putus, volume pasien turun dan EBITDA menjadi tidak bisa dipegang. Pembeli lalu bergeser ke pendekatan aset: tanah, gedung, alat kesehatan, dan izin RS yang sulit direplikasi.
| Kondisi | Pendekatan Utama Pembeli | Arah Harga |
|---|---|---|
| BPJS aktif, kinerja stabil | EBITDA x multiple | Bisa di atas nilai aset |
| Sedang perpanjangan kredensial | EBITDA dengan diskon risiko | Closing sering menunggu kontrak baru |
| Diputus karena akreditasi atau izin | Campuran aset dan rencana pemulihan | Mendekati nilai aset |
| Diputus karena temuan klaim | Nilai aset dikurangi kewajiban dan risiko hukum | Di bawah nilai aset, struktur jadi kunci |
Untuk gambaran awal, Anda bisa memasukkan data RS ke Kalkulator Valuasi Rumah Sakit dan memilih status BPJS "Diputus atau Kena Sanksi". Hasilnya indikatif, tetapi cukup untuk tahu apakah harga yang Anda harapkan masuk akal.
Dokumen yang Akan Diminta Pembeli
- Surat pemutusan atau penghentian kerja sama dari BPJS Kesehatan, beserta hasil audit atau verifikasi yang mendasarinya.
- Rincian klaim yang masih ditahan, klaim yang harus dikembalikan, dan jadwal pembayarannya.
- Izin operasional, sertifikat akreditasi, dan rencana perpanjangannya.
- Laporan keuangan 3 tahun terakhir dan tahun berjalan, termasuk porsi pendapatan BPJS dan umum.
- Laporan penilaian KJPP atas tanah, gedung, dan alat, atau appraisal bank bila asetnya sedang dijaminkan.
- Posisi utang bank, jaminan, dan persetujuan bank yang dibutuhkan untuk pengalihan saham.
Jual Saham atau Jual Aset?
Kalau ada kewajiban klaim yang belum jelas, pembeli biasanya enggan membeli saham PT pemilik RS secara utuh, karena semua kewajiban lama ikut terbawa. Pilihannya kemudian:
- Jual saham dengan klausul jaminan: sebagian harga ditahan (escrow) sampai kewajiban klaim tuntas atau kontrak BPJS baru terbit.
- Jual aset: pembeli membeli tanah, gedung, dan alat lewat entitas baru, lalu mengurus izin dan kerja sama dari awal. Lebih bersih, tetapi butuh waktu perizinan.
- Kerja sama operasi (KSO): investor masuk sebagai pengelola dan penyandang dana pemulihan, dengan opsi membeli setelah kerja sama BPJS pulih.
Pilihan mana yang paling menguntungkan penjual sangat bergantung pada besarnya kewajiban klaim dan posisi utang bank. Hal ini sebaiknya dihitung sebelum bicara angka dengan pembeli.
Langkah Pertama yang Disarankan
Rapikan dulu fakta: penyebab pemutusan, nilai kewajiban, dan status izin. Setelah itu baru susun teaser dan tawarkan ke calon pembeli dengan NDA. RS yang datang dengan data jelas biasanya mendapat penawaran lebih baik daripada RS yang menunggu pembeli menemukan masalahnya sendiri saat due diligence. Panduan persiapan yang lebih lengkap ada di artikel Menjual Rumah Sakit: Persiapan di Sisi Penjual.
Bagaimana FA Indonesia Membantu
Tim FA Indonesia pernah mendampingi akuisisi rumah sakit di Jawa Tengah dan memegang mandat divestasi rumah sakit. Kami membantu menghitung valuasi, menyusun data room, memilih struktur transaksi, dan menawarkan RS ke calon investor setelah NDA, bersama KAP dan KJPP mitra. Detail layanan ada di Konsultan Rumah Sakit dan listing di Rumah Sakit Dijual.
Pertanyaan Umum
Apakah RS yang kerja sama BPJS-nya diputus masih bisa dijual?
Bisa. Harganya biasanya bergeser mendekati nilai aset, dan struktur transaksinya perlu diatur sesuai besar kewajiban klaim yang masih terbuka.
Apakah kewajiban pengembalian klaim BPJS ikut ke pembeli?
Pada jual saham, kewajiban PT lama ikut terbawa, sehingga pembeli biasanya meminta escrow atau jaminan. Pada jual aset, kewajiban tetap di entitas lama.
Apakah kerja sama BPJS bisa dipulihkan setelah RS dijual?
Tergantung penyebab pemutusannya. Untuk masalah akreditasi atau izin, pemulihan relatif lebih mudah setelah syaratnya dipenuhi. Untuk temuan kecurangan, prosesnya lebih panjang dan bergantung keputusan BPJS Kesehatan.
Berapa lama proses jual RS yang bermasalah dengan BPJS?
Umumnya lebih lama dari RS yang sehat, sekitar 6 sampai 12 bulan, karena pembeli melakukan due diligence klaim dan perizinan lebih dalam.
Baca Juga
- Kalkulator Valuasi Rumah Sakit
- Valuasi Rumah Sakit Swasta
- Due Diligence Akuisisi Rumah Sakit Swasta
- Rumah Sakit Dijual
Sumber
- detikHealth: BPJS Kesehatan Putus Kerja Sama 2 RS di Tegal Imbas Dugaan Fraud
- Bisnis.com: Putus Kerja Sama RS Bermasalah, Klaim BPJS Kesehatan Bisa Dipangkas?
- tirto.id: BPJS Kesehatan Putus Kontrak Rumah Sakit Bukan Dipicu Defisit
Cek Kredit dan Pendanaan Gratis untuk Perusahaan
Hitung DSCR, plafon kredit per suku bunga dan tenor, serta jalur IPO BEI dalam 3 menit.
Mulai Hitung KAP Murah, Apakah Bijak?
Penulis
Dr. (C) Ananta W. Sasongko, S.E., M.S.A., Ak., CPA, CTT, FMVA, FPAP
CFO dan Direktur Keuangan, ex-EY. Certified Public Accountant (IAPI), FMVA® dan FPAP™ (CFI). Kandidat doktor ilmu akuntansi.